Ilustrasi guru (Reuters-Brian Snyder)

Solopos.com, SOLO -- Kepala SMPN 4 Solo, Sri Wuryanti, terpilih mewakili kepala SMP di wilayah Solo untuk mengikuti program pelatihan -murid-diduga-tantang-guru-di-kelas" title="Lagi, Murid Diduga Tantang Guru di Kelas">pendidik dan tenaga kependidikan di Australia.

Itu merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam peningkatan kapasitas guru untuk mendapatkan pelatihan di Asia Tenggara. “Saya tidak menyangka dapat masuk dalam program pelatihan guru di Australia," ujarnya saat ditemui Solopos.com di ruangan Kepala SMPN 4 Solo, Rabu (27/2/2019).

Sri Wuryanti mengaku awalnya dihubungi Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS). Mereka memintanya mengirimkan curiculum vitae (CV) lengkap. "Dua hari kemudian dari LPPKS ada yang menelepon saya melalui video call.”

Selang dua hari setelah mendapat video call itu, Sri Wuryanti mendapatkan kiriman e-mail berisi pemberitahuan terpilih menjadi perwakilan kepala sekolah tingkat SMP se- Solo mengikuti pendidikan di Australia.

“Selama 21 hari perwakilan guru akan mendapatkan -adalah-pangkal-penilaian-untuk-guru" title="Siswa adalah Pangkal Penilaian untuk Guru">pembelajaran di luar negeri. Nantinya setelah saya kembali ke Indonesia. Saya akan membagikan pengalaman saya kepada guru lainnya,” ujarnya.

Ketua Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Bambang Wahyono, mengatakan tujuan pengiriman beberapa guru Kota Solo mengikuti program Kemendikbud itu yakni untuk meningkatkan kapasitas guru terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Pelatihan yang akan diberikan kepada para setiap guru ini berbeda-beda. Hal ini tergantung negara yang mereka tuju. Intinya, kalau guru dikirim ke luar negeri akan mendapatkan wawasan baru,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya di Dinas Pendidikan, Rabu (27/2/2019).

Menurut dia, para -viral-murid-smp-di-gresik-tantang-guru-usik-hotman-paris" title="Video Viral Murid SMP di Gresik Tantang Guru Usik Hotman Paris">guru yang dikirim merupakan para guru yang berprestasi dalam sejumlah program. Selain para guru yang juara, seleksinya juga dilakukan berdasarkan kriteria.

“Saya tidak tahu persis bagaimana proses seleksinya. Saya hanya mendapatkan kabar salah satu Kepala SMPN 4 Solo mendapatkan pelatihan di Australia,” ujarnya.

Dia berharap akan ada perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah setelah para guru itu kembali dari luar negeri. Para guru itu juga diharapkan membagi ilmu baru mereka kepada guru lainnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten