Pejabat Pemprov Jateng yang baru dilantik di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (6/5/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG – Tepuk tangan bergemuruh di Gedung Gradika Bhakti Praja saat nama Imam Maskur dan Jumeri disebut dalam acara upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Jateng, Senin (6/5/2019).

Maklum, sebelumnya tak ada yang menyangka sebelumnya jika dua orang tersebut akan turut dilantik mengisi jabatan sebagai petinggi pratama di lingkungan Pemprov Jateng.

Imam Maskur sebelumnya hanya merupakan Camat Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Sedangkan, Jumeri merupakan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Bawen, Kabupaten Semarang.

Namun, dua orang itu kini bakal menempati jabatan setara kepala dinas. Imam dipercaya mengisi jabatan sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jateng. Sedangkan, Jumeri dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Jateng.

Sejak memimpin tahun 2013 lalu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memang menerapkan promosi jabatan secara terbuka. Proses rekrutmen pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Jateng dilakukan dengan cara lelang jabatan dan membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mendaftarkan diri.

Hal tersebut yang membuat proses seleksi jabatan bebas dari praktik korupsi. Tak hanya itu, lelang jabatan juga membuka lebar peluang setiap orang untuk bisa menduduki jabatan di lingkungan Pemprov Jateng, termasuk Imam Maskur dan Jumeri.

 “Sebenarnya ini konsekuensi dari promosi terbuka, siapapun bisa masuk dan memimpin. Saya tidak tahu mereka, tidak kenal mereka, karena mereka sesuai golongan dan syaratnya mencukupi, maka Panitia Seleksi melakukan seleksi dan mereka dinyatakan lolos,” kata Ganjar usai melantik pejabat baru tersebut.

Meski begitu, Ganjar mengatakan baru mengontrak para pejabat baru yang dilantik tersebut selama satu tahun. Nantinya, selama satu tahun akan dievaluasi apakah pejabat baru tersebut layak untuk melanjutkan atau harus mengundurkan diri.

Sementara itu, Imam Maskur mengatakan bersyukur mendapat amanat menjabat sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat. Meski cukup berat, namun ia akan berupaya untuk mewakafkan dirinya demi masyarakat Jateng.

“Nanti akan saya buktikan jika saya bisa. Saya akan berusaha menjalankan amanat ini dengan bekerja semaksimal mungkin demi kemajuan Jateng. Kalau nanti dalam waktu setahun saya dirasa kurang memenuhi syarat, maka saya siap mengundurkan diri,” ujarnya.

Selain Imam Maskur dan Jumeri, dalam kesempatan itu Gubernur Jateng juga melantik sejumlah pejabat tinggi lainnya. Mereka adalah Wisnu Zaroh sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng, AR Hanung Triyono, sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Eko Yunianto sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jateng, Fendiawan Tiskiantoro sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng, Retno Sudewi sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jateng (DP3AKB) serta Ratna Kawuri sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten