Pelatih Persis Solo, Salahudin, memberikan materi kepada para pemain pada sesi latihan pagi di Stadion Sriwedari, Solo, Jumat (20/12/2019). (Solopos/Ivan Andimuhtarom)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo cukup dipusingkan dengan absennya Susanto dan M. Shulton Fajar dalam latihan di Stadion Sriwedari, Rabu (15/1/2020). Kedua pemain bertipe pekerja itu harus menepi karena menderita sakit sejak Selasa (14/1/2020).

Beruntung problem yang mereka alami tak terlalu berat sehingga dijadwalkan kembali berlatih pada Kamis (16/1/2020). Susanto mengalami benturan di kepala pada latihan Selasa yang membuatnya pusing berat. Efek benturan juga sempat membuat pemain asal Purwodadi itu muntah-muntah ketika beristirahat di mes.

2020, Target Investasi Sragen Capai Rp1,87 Triliun

Dia pun hanya bisa melihat latihan rekan-rekannya pada Rabu dari pinggir lapangan. “Kemarin [Selasa] pas latihan kepala kena injak, kena pul sepatu. Namun Insya Allah besok pagi [Kamis] sudah gabung latihan lagi,” ujar Susanto saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu.

Situasi hampir serupa dialami M. Shulton. Dia terpaksa absen latihan karena demam sejak Selasa pagi. Saat dikonfirmasi, Shulton mengaku masih kurang enak badan sehingga harus absen latihan pada Rabu pagi. “Demamnya sudah berkurang tapi masih pusing dan lemas,” ujar eks gelandang PSIM Jogja itu.

Shulton berkomitmen menjaga waktu istirahatnya agar bisa segera pulih. “Semoga besok bisa berlatih kembali,” ujar dia.

Absennya Shulton membuat tim pelatih kurang leluasa mengembangkan program taktikal di lini tengah. Praktis hanya Oky Derry dan Iman Budi Hernandi sebagai gelandang yang tersisa. Adapun menepinya Susanto membuat posisi stoper tinggal menyisakan Alaik Sobrina dan Bruno Casimir.

Hal ini membuat Persis harus banyak mencomot pemain dari klub lokal sebagai partner latihan. “Sulton demam, sementara Susanto agak pusing karena benturan kemarin. Bukan cedera serius,” ujar Pelatih Persis, Salahudin.

Buntut Perusakan Hutan di Karanganyar, Perhutani Tolak Kerja Sama Baru

Lebih lanjut, Salahudin mengatakan anak asuhnya masih perlu pembenahan dalam hal disiplin posisi dan intersep bola. Koordinasi dan keteraturan jarak antarlini, imbuhnya, juga masih butuh perhatian. Pada Rabu, tim pelatih juga sudah mulai memberikan sedikit porsi latihan fisik.

“Ini hanya untuk adaptasi saja. Perlahan porsi fisik akan terus kami genjot. Apalagi kompetisi dikabarkan bakal dimulai Maret. Kami perlu memadatkan jadwal latihan fisik yang awalnya tiga pekan menjadi hanya dua pekan,” ujar Salahudin.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten