Kepala Kejari Wonogiri: Hukuman Pelaku Kekerasan Seksual Anak Akan Diperberat!

Kejari Wonogiri berkomitmen memperberat hukuman pelaku kekerasan seksual terhadap anak guna menurunkan kasus pencabulan dan pemerkosaan.

 Ilustrasi kekerasan seksual pada anak (freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kekerasan seksual pada anak (freepik.com)

Solopos.com, WONOGIRI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Wonogiri berkomitmen memperberat hukuman pelaku kekerasan seksual terhadap anak guna menurunkan kasus pencabulan dan pemerkosaan. Tuntutan hukuman penjara lebih lama sebagai efek jera bagi pelaku dan upaya edukasi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri, Tailani Moehsad, di sela-sela peringatan Hari Bhakti Adhyaksa di kantornya, Kamis (22/7/2021). Kejaksaan concern terhadap tingginya kasus kekerasan seksual anak di Kota Gaplek. Kekerasan seksual terhadap anak bisa merusak masa depan dan mengganggu tumbuh kembang anak.

“Tuntutan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak bakal ditingkatkan. Hukuman penjara diperberat. Ini komitmen kejaksaan untuk melindungi anak dari kekerasan seksual,” kata dia, Kamis.

Baca Juga: Ada Temuan Cacing di Hati Sapi Kurban di Klaten

Kejaksaan mencatat jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di Wonogiri mulai Januari-pertengahan Juli 2021 sebanyak 11 kasus. Delapan kasus di antaranya telah divonis majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Wonogiri. Dua kasus lainnya masih dalam proses persidangan. Sementara satu kasus masih dalam proses penelitian berkas perkara dan segera dilimpahkan ke PN Kabupaten Wonogiri.

“Tuntutan jaksa penuntut umum [JPU] atas kasus kekerasan seksual terhadp anak bisa mencapai 10 tahun. Bahkan, bisa lebih tergantung dari anatomi kasus tersebut,” ujar Tailani.

Tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak dipengaruhi banyaknya warga yang merantau ke daerah lain untuk mencari penghasilan. Orang tua yang merantau menitipkan anaknya kepada kakek dan nenek atau sanak famili di kampung halaman. Pengawasan terhadap anak tak dilakukan secara ketat lantaran orang tua tak berada di rumah.

Sebagian besar pelaku kekerasan seksual terhadap anak merupakan orang terdekat korban. “Bisa ayah tiri, kerabat keluarga, tetangga rumah hingga teman korban. Mereka membujuk korban saat kondisi rumah sepi,” imbuh dia.

Guna mencegah kasus kekerasan seksual anak, Kejaksaan menggeber program jaksa masuk sekolah. Para jaksa mengedukasi para siswa SD, SMP, dan SMA ihwal berbagai pencegahan kekerasan seksual anak. Mereka juga memberikan materi hukum guna memperkaya khasanah pengetahuan para pelajar. Sehingga mampu menciptakan generasi masa depan taat hukum.

Baca Juga: Klaten Masuk PPKM Level 4, Ketentuan Pembatasan Ini Berlaku hingga 25 Juli 2021

Lebih jauh, Tailani menambahkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa diawali dengan vaksinasi massal yang menyasar penyandang disabilitas, petugas kebersihan, dan masyarakat pada pekan lalu. Kejaksaan menyiapkan 200 dosis vaksin guna mencegah persebaran Covid-19.

Selanjutnya, Kejaksaan juga membagikan 60 paket sembako kepada warga kurang mampu, keluarga purnawirawan kejaksaan, dan panti asuhan yang diantar langsung ke rumah warga. “Pemberian bantuan paket sembako dilakukan secara door to door untuk mencegah kerumunan,” kata dia.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

Muh. Abdullah, yang dinilai telah melanggar kode etik setelah terlibat perkara kesusilaan.

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.