Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, berbicara dengan pedagang Pasar Legi seusai kebakaran, Selasa (30/10/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, melantik 64 pejabat di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Solo, Kamis (20/6/2019). Salah satu pejabat yang dilantik adalah Heru Sunardi.

Heru Sunardi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) dilantik menjadi Kepala Dinas Perdagangan (Disdag). Heru menggantikan kepala Disdag sebelumnya, Subagiyo, yang pensiun per 1 Juni 2019.

Jabatan yang ditinggalkan Heru yakni Kepala Disperum KPP untuk sementara dibiarkan kosong dan dijabat pelaksana harian (plh). Selain Disdag, dua organisasi perangkat daerah (OPD) lain juga memiliki pemimpin baru.

Kedua OPD tersebut yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang dipimpin Yohanes Pramono dan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) yang dikepalai Tulus Widajat.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo, Rachmat Sutomo, mengatakan jabatan Kepala Disperum KPP dibiarkan kosong dan diisi plh.

“Pak Suwarta yang sebelumnya menjabat Kepala Disdukcapil bergeser menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda. Pak Heru menggantikan Pak Subagiyo yang pensiun per 1 Juni,” kata dia, Kamis.

Rachmat mengatakan pengisian jabatan kepala OPD tersebut berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sehingga pelantikan baru bisa dilakukan setelah surat rekomendasi dari KASN turun.

Dari 64 pejabat yang dilantik, sebagian besar merupakan kepala seksi (kasi) kelurahan. “Jabatan itu banyak yang kosong. Kamis ini kami isi semua. Ada anggota staf yang promosi menjadi kasi, banyak. Sampai Juli, kasi-kasi kelurahan masih banyak yang pensiun. Kalau seperti ini staf di OPD yang mumpuni akan dipromosikan menjadi kasi di kelurahan. Karena ritme pengisian jabatan harus urut, harus kelurahan dulu baru menjadi kasi di OPD,” jelas Rachmat.

Dalam sambutannya, Wali Kota meminta ASN melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan karier ASN bersangkutan.

“ASN yang baru S1 saya minta sekolah lagi. Karena jabatan karier di pemerintahan kalau cuma S1 tidak bisa menjadi kepala dinas. Pol [mentok] kepala bidang. Supaya bisa meniti karier ya sekolah lagi, kan juga tidak rugi,” ucapnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten