Kepala Daerah Tidak Boleh Baper Ketika Dikritik di Media Sosial

Kepala daerah tidak boleh terbawa perasaan atau baper ketika ada kritik keras di media sosial dari masyarakat atas kinerja pemerintah daerah.

 Talkshow spesial, Makin Dekat Makin Cepat digelar bersamaan Penghargaan Solopos Digital Award (SDA) 2021, Rabu (4/8/2021) malam.(Tangkapan layar)

SOLOPOS.COM - Talkshow spesial, Makin Dekat Makin Cepat digelar bersamaan Penghargaan Solopos Digital Award (SDA) 2021, Rabu (4/8/2021) malam.(Tangkapan layar)

Solopos.com, SOLO – Kepala daerah tidak boleh terbawa perasaan atau baper ketika ada kritik di media sosial. Hal itu terungkap dalam talkshow special bertemakan, Makin Dekat Makin Cepat yang dilaksanakan berbarengan dengan acara Penghargaan Solopos Digital Award (SDA) 2021, Rabu (4/8/2021) malam.

Talkshow menghadirkan sejumlah kepala daerah, yakni Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Bupati Klaten, Sri Mulyani, Bupati Karanganyar, Juliatmono. Wali Kota Madiun, Maidi, Wali Kota Solo Hendrar Prihardi diwakili Kepala Diskominfo Statistik dan Persandian Pemkot Semarang, Bambang Pramusinto.

Sedang Bupati Banyumas, Achmad Husein diwakili Kabag Humas Pemkab Banyumas, Deskart Jatmiko. Serta tamu spesial, Pakar Media Sosial sekaligus Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi.

Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Borong Tiga Penghargaan di SDA 2021

Acara talkshow yang dipandu Direktur Bisnis dan Konten Solopos Media Group juga menghadirkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Disiarkan secara life melalui kanal Youtube Solopos TV, Instagram dan Facebook Solopos.

“Media sosial menjadi media komunikasi juga aduan masyarakat kepada kepala daerah. Salah satunya seperti aduan adanya bantuan sosial [bansos] yang disunat,” jelas Bupati Klaten Sri Mulyani.

Pemerintah daerah harus segera merespons aduan tersebut, dengan mengecek kebenarannya. Ternyata lanjut Sri Mulyani bukan disunat, tapi ada penerima bansos dobel di Klaten. Semua itu pun bisa diselesaikan.

“Kami juga punya aplikasi Matur Ibu, menjadi sarana masyarakat menginformasikan sesuatu ke Bupati. Kendati ada juga tidak hanya masalah sosial namun masalah pribadi. Seperti, minta dicarikan jodoh karena masih jomblo,” ujar Bupati Klaten.

Baca juga: Hari Jadi Ke-271 Kabupaten Klaten, Sederet Penghargaan Diraih Bupati

Bupati Klaten Sri Mulyani (Tangkapan layar)
Bupati Klaten Sri Mulyani (Tangkapan layar)

Interaksi Kepala Daerah

Tidak hanya sebagai media bagi pemerintah daerah untuk menginformasikan program dan kinerja, media sosial juga menjadi sarana interaksi. Kendati tak jarang kritik keras disampaikan melalui media sosial.

“Namun sebagai kepala daerah tentu tidak boleh baperan, harus siap dengan kritik seperti itu,” ujar Sri Mulyani.

Hal senada juga disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Bahwa kepala daerah yang belum pernah dikritik atau bahkan dibully di media sosial belum keren. Namun, media sosial menjadi kebutuhan apalagi di saat pandemi sekarang ini.

Baca juga: Gibran Potong Tunjangan PNS Solo untuk Penanganan Corona

“Ketika ada masukan dan kritikan harus disikapi dengan baik. Kita juga harus segera menindaklanjutinya dengan cek di lapangan. Apabila aduan atau masukan itu tidak benar segera diklarifikasi,” jelas Juliyatmono.

Gubernur Ganjar mengakui dirinya sempat baper ketika ada komentar yang tidak mutu di media sosial miliknya. Bahkan pernah komentar itu ditanggapi serius, kendati akhirnya diketahui bahwa itu akun robot.

“Saya ingin ketika ada masyarakat mengadukan sesuatu dilengkapi dengan data pendukung. Sehingga kadang saya dikritik ceriwis, karena menanyakan identitas dan data pendukung. Padahal tujuannya agar kita bisa segera menindaklanjuti aduan atau informasi itu,” terang Ganjar.

Baca juga: Tentang Solopos Digital Award (SDA) 2021

Mengukur Kinerja Kepala Daerah

Gibran Rakabuming Raka
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (Tangkapan layar)

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, media sosial sebagai sarana mengukur sejauh mana kinerja para kepala organisasi pemerintah daerah (OPD). Jangan sampai ada kejadian di Kota Solo viral baru ditindaklanjuti.

“Jangan sampai viral, kalau sudah viral berarti ada yang salah pada kinerja OPD. Harus lebih responsif jangan sampai viral,” ujar Gibran.

Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan melalui, madiuntoday.id pemerintah daerah menginformasikan semua kegiatan yang sudah dilakukan pada hari itu. Agar masyarakat mengetahuinya dan bisa memberikan respons.

“Masyarakat ikut berpartisipai membangun Kota Madiun, karena baiknya pemerintah ya baiknya masyarakat. Seiring sejalan,” ujar Maidi.

Baca juga: Alhamdulillah! Bantuan Beras Mulai Disalurkan di Karanganyar

Kepala Diskominfo Statistik dan Persandian Pemkot Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, akselerasi media sosial terus dilakukan. Bahkan ke depan menggambungkan semua media sosial yang dimiliki Wali Kota dan Pemerintah Kota Semarang dalam satu kanal. Yakni, semarangkota.go.id.

Pakar Media Sosial, Ismail Fahmi mengatakan, ketika ada masalah yang disampaikan masyarakat justru menjadi opportunitu atau peluang kepala daerah. Bagaimana respons kepala daerah, publik akan merasakannya.

“Yang terpenting kerja nyata, baru kemudian disampaikan di media sosial. Masyarakat sekarang ini semakin cerdas menilai kinerja kepala daerah. Bagaimana kepala daerah merespons dengan cepat dan hadir di lapangan. Tidak bisa diwakili melalui baliho saja, namun kerja nyata,” ujar Ismail Fahmi.

 

 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam Solopos talkshow spesial, Makin Dekat Makin Cepat. (Tangkapan layar)

Bupati Klaten Sri Mulyani. (Tangkapan layar)

Berita Terkait

Berita Terkini

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.

Cegah Klaster Sekolah di Solo, Pemkot Gelar Swab Acak Saat PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar puluhan sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas untuk uji swab antigen acak.

Memasuki Musim Hujan, Waspadai Penyakit Ini di Wonogiri

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai beberapa penyakit yang akan muncul.