Kentut Bisa Menularkan Corona? Cek Faktanya!
Ilustrasi kentut. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Sejauh ini, virus corona (Covid-19) diketahui bisa menular melalui cairan pernapasan. Namun, salah satu dokter di Australia menduga kentut bisa juga menularkan virus corona.

Dilaporkan Suara.com, Kamis (16/4/2020), dokter itu bernama Andy Tagg. Andy menduga Covid-19 bisa menluar lewat gas buang alias kentut setelah menganalisis serangkaian tes yang diambil dari pasien Covid-19 pada awal 2020.

Paket Sembako Polda dan Polres Dibagikan untuk Warga Grobogan

Andy mengutip tes medis yang mengungkapkan bahwa Covid-19 ditemukan dalam feses atau tinja manusia dengan kadar 55% pada pasien positif. Petugas medis sebelumnya juga sudah memperingatkan bahwa kentut mengandung partikel kecil kotoran yang bisa menyebarkan bakteri.

"Benar, virus corona ini bisa terdeteksi dalam feses dan telah terdeteksi pada individu tanpa gejala hingga 17 hari setelah terinfeksi," jelas Andy Tagg dikutip dari The Sun.

Dokter asal Australia itu menambahkan tes sebelumnya telah menunjukkan kentut memiliki kekuatan untuk menyemprotkan partikel kecil kotoran dalam jarak jauh.

"Mungkin virus corona ini bisa disebarkan melalui kekuatan kentut seseorang. Tapi, kita masih butuh lebih banyak bukti lagi. Jadi, tetaplah menjaga jarak sosial dan kenakan APD bagi tenaga medis," jelasnya.

Kemungkinan Kecil

Sementara itu, direktur klinis dari layanan kesehatan online, dr Sarah Jarvis, mengungkapkan kemungkinan kentut bisa menularkan virus corona sangat kecil.

"Kemungkinan seseorang tertular virus karena dekat dengan orang yang terinfeksi dan kentut sangat kecil. Jauh lebih mungkin bila orang itu terinfeksi karena kontak dekat dengan seseorang yang batuk atau bersih dan malas cuci tangan," kata Sarah Jarvis.

Data PDP Covid-19 Sragen: Tambah Jadi 10 Orang, 1 Di Antaranya Tanpa Riwayat Perjalanan

Namun, Sarah Jarvis tetap menyarankan semua orang untuk menjaga kebersihan toilet. Karena, sudah ada bukti bahwa virus corona Covid-19 ditemukan dalam feses.

"Ada beberapa laporan tentang virus corona Covid-19 yang ada di dalam feses, lalu beberapa pasien yang terinfeksi juga mengalami diare satu hingga dua hari sebelum mengalami gejala lainnya," jelas Sarah Jarvis.

Di sisi lain, dokter di Australia, Karl Kruszelnicki, dan ahli mikrobiologi, Luke Tennent, sedang melakukan penelitian untuk melihat potensi kentut menularkan virus corona.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho