Tutup Iklan
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya (Antara-Iwan Adisaputra)

Solopos.com, JAYAPURA - Pratu Sirwandi gugur setelah menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua. Pratu Sirwandi sebelumnya terluka ketika rombongan TNI ditembaki di sekitar Danau Habema.

"Pratu Sirwandi mengembuskan napas terakhir pukul 21.35 WIT di ruang ICU Rumah Sakit Umum Wamena pada 17 Agustus 2019," kata Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih, Letkol CPL Eko Daryanto, sebagaimana dilansir Detik.com, Minggu (18/8/2019).

Sebelumnya diberitakan, penembakan ini terjadi pada Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 15.30 WIT. Saat itu, Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Yonif RK 751/VJS tengah menuju Mbua untuk menempati pos pengamanan di sana. Ada 12 orang dalam rombongan tersebut.

Kendaraan ditembaki saat melintas di ujung aspal Habema. Akibatnya, dua anggota TNI terkena tembakan yakni Pratu Panji dan Pratu Sirwandi.

Panji terkena luka tembak di lengan kiri, sementara Sirwandi mengalami luka tembak di bagian paha kiri tembus ke pinggang. Sedangkan laporan dari Antara menyebut Pratu Sirwandi tertembak di bagian dada dan perut.

Pratu Sirwandi sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Wamena tetapi nyawanya tak terselamatkan. Jenazah Pratu Sirwandi rencananya akan dibawa ke Jayapura hari ini. Selanjutnya, jenazah akan disemayamkan di Batalyon 751/R sebelum diberangkatkan ke Lombok, NTB.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten