Tutup Iklan
Kencan Online Hingga Menikah, Wanita AS Disekap di Nigeria
Ilustrasi kencan online. (Istimewa)

Solopos.com, NEW YORK - Wanita berusia 46 asal Amerika Serikat disekap di sebuah kamar hotel di Lagos, Nigeria, selama lebih dari satu tahun. Wanita ini sebelumnya telah kencan online dengan seorang pria yang dikenalnya lewat Facebook.

Ingat! Pendaki Pemula Gunung Lawu Wajib Didampingi Pemandu Profesional

Dilansir Dailymail, Senin (14/7/2020), kasus ini akhirnya terungkap setelah Unit Kejahatan Siber Kepolisian Nigeria telah menangkap tersangka Chukwuebuka Obiaku, 34, yang diketahui telah menikahi korban.

Pelaku mengambil alih kartu kredit dan kartu ATM milik korban. Selama 15 bulan, pelaku telah menghabiskan uang korban sebesar total US$48.000 atau hampir Rp700 juta. Korban merupakan pensiunan pegawai negeri sipil dari Washington DC.

Polisi mengatakan Obiaku juga menggunakan korban sebagai kedok untuk menipu rekan-rekannya serta perusahaan asing lainnya.

Jenderal Polisi Pembuat Surat Jalan Djoko Tjandra Ditahan 14 Hari

Dari informasi yang didapat polisi, korban tiba dari AS pada Februari 2019. Pada Mei 2019 ia menikah dengan Obiaku. Sejak datang, wanita itu dikatakan telah ditahan di luar kehendaknya selama 16 bulan di kamar hotel.

Polisi mengatakan, penangkapan dilakukan atas informasi dari warga. Obiaku telah ditangkap dan polisi mengatakan dia menghadapi tuduhan kejahatan siber.

Dikenal sebagai "Yahoo boys", penipu online Nigeria telah menjadi terkenal karena menipu orang-orang jutaan dolar.

Tarif Rapid Test Mandiri Turun, Permintaan di Sragen Melonjak

Terjebak Kencan Online

Bulan lalu, polisi mengatakan mereka menyelamatkan seorang wanita Filipina yang datang ke Nigeria untuk mencari cinta setelah bertemu seorang pria di Facebook. Wanita itu juga mengaku telah disekap selama enam bulan.

Penangkapan pelaku dari kalangan orang terkenal juga dilakukan terhadap dua bintang media sosial Nigeria yang dituduh melakukan penipuan besar-besaran berakhir dengan mereka dibawa ke AS di mana mereka sekarang menunggu persidangan.

Polisi Nigeria juga telah mengumumkan tiga penangkapan lebih lanjut atas dugaan penjahat dunia maya yang memiliki hubungan dengan Italia dan Turki, yang dicurigai melakukan penipuan pasokan masker wajah Covid-19.

Tambah 20 Sehari, Ini Daftar Pasien Baru Covid-19 di Klaten

Polisi menuduh mereka menghasilkan lebih dari US$400.000 dari penipuan online.

Korban biasanya didekati secara acak melalui email, menjelaskan bahwa ia membutuhkan bantuan untuk mentransfer uang. Pelaku mengatakan negaranya sedang mengalami kekacauan politik atau bencana alam membuatnya sulit baginya untuk melakukan transfer.

Pelaku juga akan meminta Anda untuk memberikan rincian keuangan Anda sehingga ia dapat mentransfer uang ke akun Anda. Dari situ lah pelaku mengakses dan mencuri dari akun Anda.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho