Kenapa Presiden Indonesia Selalu dari Jawa? Ini Sebabnya

Selama 76 tahun berdiri, Indonesia  telah dipimpin oleh tujuh presiden. Dari tujuh presiden tersebut, enam diantaranya berlatarbelakang dari Suku Jawa.

 7 Presiden Republik Indonesia (Instagram/@jejaksoeharto)

SOLOPOS.COM - 7 Presiden Republik Indonesia (Instagram/@jejaksoeharto)

Solopos.com, SEMARANG — Selama 76 tahun berdiri, Indonesia telah dipimpin oleh tujuh presiden. Dari tujuh Presiden Indonesia tersebut, enam di antaranya memiliki latar belakang dari Suku Jawa. Salah satu presiden yang bukan dari Suku Jawa adalah almarhum B.J Habibie yang lahir di Gorontalo, tetapi masih memiliki garis keturunan Jawa dari ibunya yang asalnya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Saat itu beliau ditunjuk sebagai presiden di tengah situasi darurat karena adanya vacuum of power yang menyebabkan Presiden Soeharto harus mundur dari kursi kepresidenan yang diduduki selama 32 tahun.

Dari fakta ini, timbul pertanyaan mengapa Presiden Indonesia hampir semua memiliki latar belakang Suku Jawa? Jusuf Kalla sempat berkelakar mungkin butuh sekitar 100 tahun sejak Indonesia merdeka untuk memiliki presiden dari luar Jawa. Hal ini sejalan dengan pengalamannya yang kalah dalam tiga kali pilpres.

Baca juga: Suku Jawa dan Sunda Damai Lewat Nama Jalan

Guru Besar Sosiolinguistik Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si, berpendapat permasalahan tentang perbedaan agama, suku, dan bahasa, dalam memilih calon presiden di Indonesia adalah hal yang tidak relevan.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang didirikan atas kesepakatan untuk bersatu di atas perbedaan etnis, bahasa, budaya, serta agama. Oleh sebab itu menurutnya dalam tulisan bertajuk Haruskah Presiden Orang Jawa yang diterbitkan di situs resmi UIN Malang, sosok presiden yang disebut harus dari Suku Jawa adalah hal aneh. Apalagi dalam undang-undang tidak ada satu kata pun yang menyebut presiden harus dari suku Jawa.

Baca juga: 3 Lokasi di Gunung Muria Ini Cocok Lokasi Proyek Nuklir, Tapi…

Dia berharap semestinya bangsa Indonesia lebih dewasa dalam menentukan calon pemimpin. Kriteria untuk menjadi presiden utamanya adalah sosok yang tepat, siapapun dia dan dari manapun asalnya, yang dapat memajukan negara ini dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang disegani di dunia internasional.

Meskipun demikian, sampai saat ini dominasi orang Jawa dalam pemerintahan masih sangat kuat. Berdasarkan kondisi data kependudukan, sekitar 60 persen penduduk Indonesia adalah orang Jawa. Jadi tidak heran jika selama ini Presiden Indonesia selalu berasal dari Suku Jawa, karena pemegang suara terbesar adalah orang Jawa.

Baca Juga: Orang Suku Jawa Mudah Diterima, Ini Alasannya!

Ramalan Jayabaya

Selain itu, keterpilihan Presiden Indonesia dari Suku Jawa ini juga dikaitkan dengan mitos tentang ramalan Jayabaya. Dalam ramalan itu disebutkan bahwa ada sosok Ksatria Piningit dan Ratu Adil yang akan membawa tanah Jawa dan Indonesia secara keseluruhan pada kemajuan dengan kepemimpinan  yang adil dan berjiwa ksatria.

Dalam ramalan tersebut juga disebutkan bahwa sosok Ratu Adil dan Ksatria Piningit itu berasal dari keturunan Kerajaan Majapahit yang lokasinya di Pulau Jawa. Meskipun hingga saat ini belum diketahui siapakah sosok sang Ratu Adil dan Ksatria Piningit tersebut, namun diyakini sosok tersebut sudah pasti berasal dari suku Jawa.

Selain itu, pada masa Jepang menyerah kepada sekutu dengan ditandainya perisitiwa bom di kota Nagasaki dan Hiroshima pada 9 Agustus 1945 silam, pemeirntahan Jepang di Indonesia sebelumnya telah  membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) atau dalam Bahasa Jepang bernama Dokuritsu Junbi Chosa-kai pada 1 Maret 1945.

Baca Juga: Kisah Ali Nguli Pasir Demi Sesuap Nasi, Hilang Ditelan Erupsi Semeru

Badan ini dibentuk sebagai upaya pemerintah Jepang dalam membantu Indonesia dalam memperoleh kemerdekaannya. Badan ini beranggotakan 67 orang. Dari 67 orang  tersebut, suku Jawa menjadi paling dominan. Dominasi Suku Jawa ini sudah memegang kursi kepemimpinan di mana BPUPKI ini diketuai oleh Dr, Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Radjiman Wedyodiningrat dengan wakilnya Raden Panji Soeroso

Hal yang sama saat BPUPKI ini berubah menjadi Pantia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau dalam Bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Iinkai. Dari 21 anggota, 12 berasal dari Suku Jawa, 3 dari Sumatra, 2 dari Sulawesi, 1 orang dari Sunda Kecil atau sekarang disebut Nusa tenggara, 1 orang dari Maluku dan 1 orang beretnis Tionghoa.

Dari jumlah ini, pengaruh Suku Jawa dalam perjalanan menuju kemerdekaan dan perpolitikan tentunya lebih besar meskipun dasar yang digunakan adalah Demokrasi di mana suara terbanyak adalah sebuah kemufakatan tapi tidak menekan kebebasan minoritas.

Baca Juga: Jokowi Singgung Tuntutan Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri, Ada Apa?

Selain itu, secara demografis, suku Jawa adalah kelompok masyarakat paling dominan di Indonesia dengan jumlah lebih dari 40 persen. Ditambah, pulau Jawa sejak zaman Kerajaan Majapahit hingga sekarang menjadi pusat pemerintahan, sehingga tokoh-tokoh politisi dari suku Jawa mendominasi.

Dengan sistem pemilihan saat ini, yaitu pemilihan presiden secara langsung dipilih oleh rakyat, jumlah orang Jawa yang mayoritas cenderung memilih calon presiden dari Suku Jawa, meskipun tidak semua suku Jawa ikut berpartisipasi dalam pemilihan presiden.

Karena inilah, hampir semua presiden yang memimpin dari awal kemerdekaan hingga sekarang didominasi oleh suku Jawa. Hal ini berdasarkan asas demokrasi yang berlaku di Indonesia, di mana kaum mayoritas selalu mendapatkan tempat dalam pemerintahan. Apalagi, Indonesia sangat sensitif dengan isu-su yang berbau SARA, sehingga akan lebih aman jika sosok presiden berasal dari kelompok suku terbanyak. Akan tetapi, bukan hal yang tidak mungkin jika kedepannya, Indonesia akan dipimpin oleh presiden yang bukan berasal dari suku Jawa

Berita Terkait

Espos Plus

Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

+ PLUS Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

QZRUH yang pada era 1980-an hingga 1990-an dikenal sebagai geng remaja anarkistis di Kota Jogja kini mengubah citra menjadi geng dengan aneka kegiatan sosial. QZRUH Reborn berusaha mengubah citra geng ini menjadi lebih humanis.

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini: 24 Januari 1848 Mulai Penambangan Emas di California

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah yang patut dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 24 Januari.

Menpan RB: Pemda Jangan Lagi Rekrut Tenaga Honorer

Tjahjo menegaskan larangan bagi instansi pemerintah untuk merekrut tenaga honorer tersebut juga telah diatur dalam peraturan pemerintah.

Pemerintah Bakal Rekrut Lebih Banyak PPPK Daripada PNS

Formasi CPNS akan ditiadakan penerimaannya pada tahun 2022.

TNI: Poster Babe Haikal Isi Pengajian di Yonif Raider Hoaks

Yonif Para Raider 502/UY telah meminta Tim Ustadz Babe Haikal untuk menghapus poster tersebut guna menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

Yusuf Mansur: Tak Salat Aja Boleh Minta, Masak yang Salat Tidak Boleh

Yusuf Mansur mengatakan tidak ada yang salah jika seseorang menunaikan salat untuk meminta rezeki kepada Allah SWT.

Setor Rp12 Juta, Mimpi Umi Nginap di Hotel Yusuf Mansur Tak Kesampaian

Perempuan yang kini berusia 77 tahun itu adalah salah pengagum Ustaz Yusuf Mansur.

Iran akan Punya Hak Suara Lagi di PBB Setelah Tunggakan Dilunasi Korsel

Iran akan mendapatkan kembali hak suaranya di PBB setelah Korea Selatan (Korsel) membayar tunggakan iuran Tehran ke badan dunia itu.

+ PLUS Pembangunan Kawasan Inti Ibu Kota Baru Masih Menunggu Alokasi Biaya

Realisasi pembangunan infrastruktur di kawasan inti ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur masih menunggu alokasi anggaran dan perintah Presiden Joko Widodo. Seluruh lahan bakal lokasi ibu kota baru adalah tanah negara.

Tak Peduli Bisnis, Umi Sepuh Hanya Ingin Nginap di Hotel Yusuf Mansur

Umi tertarik ikut investasi karena ingin merasakan tidur di hotel yang saat itu dikampanyekan Yusuf Mansur milik umat Islam dan untuk jemaah haji.

Tak Menuntut Yusuf Mansur, Umi Sepuh Pilih Curhat kepada Allah

Umi tertarik ikut investasi karena ingin merasakan tidur di hotel yang saat itu dikampanyekan Yusuf Mansur milik umat Islam dan untuk jemaah haji.

5 Mobil Arteria Dahlan Pakai Pelat Nomor Sama, Apa Sanksinya?

Mempunyai pelat mobil ganda dapat dikenai sanksi penilangan bahkan pemalsuan identitas, karena setiap kendaraan memiliki plat nomor berbeda.

5 Mobil Ini Tidak Dilaporkan Anggota DPR Arteria Dahlan ke KPK

Meskipun diakui miliknya, 5 mobil tersebut tak dimasukkan dalam catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Desember 2019.

+ PLUS SAFEnet Luncurkan Platform Pengaduan Pelanggaran Hak-Hak Digital

Mengakses Internet dengan aman dan nyaman adalah hak asasi setiap orang. Negara harus memenuhi hak itu. Perlindungan data pribadi menjadi bagi penting dari pemenuhan hak asasi digital warga negara.

Puspo Wardoyo: Sedekah & Investasi Yusuf Mansur Rugikan Umat

Pengusaha Wong Solo Group, Puspo Wardoyo, menilai apa yang dilakukan Ustaz Yusuf Mansur terkait investasi dan sedekah merugikan umat.

Dikhianati Soal Mobil, Puspo Wardoyo Dendam ke Ustaz Yusuf Mansur?

Puspo Wardoyo menilai apa yang dilakukan Ustaz Yusuf Mansur terkait sedekah dan investasi itu menyesatkan serta merugikan umat.

+ PLUS "Nobel Vietnam" untuk Terobosan Sains dan Teknologi bagi Kemanusiaan

Yayasan VinFuture yang berbasis di Hanoi, Vietnam, memberikan penghargaan kepada para ilmuwan di dunia yang berprestasi bagi kemanusiaan. Penentuan ilmuwan penerima hadiah diputuskan sebuah komite khusus.