Ilustrasi virus corona. (Suara.com)

Solopos.com, SOLO – Wabah virus corona menjadikan Wuhan di China seperti kota zombi. Sekitar 1.000 orang dirawat di rumah sakit lantaran terjangkit virus tersebut.

Warga yang sehat diminta tidak beraktivitas di luar ruangan agar tidak tertular virus corona. Sedangkan mereka yang terjangkit virus corona harus diisolasi.

Virus corona juga telah menyebar ke sejumlah negara, termasuk Malaysia. Guna mencegah penularan virus tersebut, sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah mempersiapkan fasilitas medis yang memadai. Salah satunya ruang isolasi untuk pasien.

Nah, tahukah Anda mengapa pasien terjangkit virus corona harus diisolasi? Berapa lama waktu isolasi yang diperlukan untuk menyembuhkan pasien terjangkit virus corona?

Ahli penyakit tropis dan infeksi dari fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Emi Juwita Nelwan, mengatakan, sampai saat ini tidak diketahui pasti jangka waktu isolasi pasien yang terduga terjangkit virus corona. Sebab, tim medis belum bisa memprediksi apalagi memastikan berapa lama gejala yang timbul pada pasien.

“Kalau ditanya berapa lama diisolasi, jawabannya sulit. Karena kepanikan di dunia infeksi itu kita enggak tahu dan tidak bisa memprediksi pasien hari ini sesak berat berapa jam. Perjalanan sakitnya itu yang belum tahu pasti,” terangnya seperti dikutip dari Detik.com, Minggu (26/1/2020).

Hal tersebut membuat tim medis kesulitan memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan pasien terdeteksi corona diisolasi. Namun, masa penyebaran virus biasanya berlangsung selama tiga hingga lima hari. Setelah itu, yang tersisa dari pasien adalah gejala penyakitnya.

Oleh sebab itu, pasien diisolasi dengan harapan virus tidak menyebar dan menginfeksi orang di sekitarnya. Selama diisolasi, kondisi kesehatan pasien terdeteksi corona terus dipantau.

Jika gejalanya masih ringan, maka pasien akan diberikan obat yang sesuai dan antibiotik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Pasien juga diberikan makanan sehat dan bergizi untuk membantu tubuh melawan virus tersebut.

Jika gejalanya sudah cukup parah, pasien akan diberi infus. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Apabila sistem kekebalan tubuh pasien baik, maka virus tersebut akan melemah. Jika sudah tidak ada gejala apapun, maka pasien akan dipulangkan dan diminta menjalani rawat jalan.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten