Kawasan Betal Lawas yang muncul lagi akibat debit air WGM Wonogiri menyusut. (Solopos-Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI – Dusun Betal Lawas yang sempat hilang terendam air Waduk Gajah Mungkur (WGM) -wonogiri">Wonogiri sekarang muncul kembali. Dusun yang sempat menjadi ibu kota Kecamatan Nguntoronadi itu muncul lagi seiring menyustnya debit air di WGM.

Dusun Betal Lawas merupakan legenda bagi warga Nguntoronadi, -wonogiri">Wonogiri. Betal yang jaraknya sekitar 24 kilometer dari pusat pemerintahan Wonogiri kini menjelma seperti kota mati. Wilayah Dusun Betal kini menyisakan sumur dan fondasi bangunan tua yang menjadi objek wisata insidental.

Kemunculan Dusun Betal menjadi topik perbincangan hangat di kalangan warganet -wonogiri">Wonogiri. Sejumlah netizen mengenang Dusun Betal lewat kolom komentar di fanpage Solopos.com, Senin (9/9/2019).

Tahun 1972 rumahku di sebelah timur STM 1 -wonogiri">Wonogiri. Naik sepur klutuk berangkat pagi pulang sore kadang naik truk gamping dari jembatan. Karena truk pelan ada polisi tidur sebelum jembatan, kenangan indah,” komentar Djumadi Suroto.

Betal, tempat kelahiran bapak sebelum pindah ke Sumatra karena bedol desa,” imbuh Tyas Ing Ati.

Sudah ke sana dan kelihatan semua masih utuh,” lanjut Gandiva.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, butuh waktu 15 menit bersepeda motor dari jalan raya Wonogiri-Pacitan, Desa Bumiharjo, Nguntoronadi, menuju ke Betal Lawas.

Betal Lawas kini didominasi bebatuan. Batu tersebut merupakan sisa material jalan dan rel kereta api.

Betal dikelilingi empat kecamatan, -wonogiri">Wonogiri, Wuryantoro, Baturetno, dan Tirtomoyo. Selain perdagangan, Betal juga dikenal sebagai kota pendidikan. Namun, semua itu sirna saat masyarakat Betal mengikuti bedol desa pada 1980-an. Mereka transmigrasi ke Rimbo Bujang, Jambi, hingga ke Dharmasraya, Sumatra Barat.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten