Kenalkan Lettu Penerbang Fulgentius Dio, Salah Satu Penerbang Termuda Lanud Iswahjudi Magetan
Lettu Penerbang Fulgentius Dio, 28, salah satu penerbang termuda Lanud Iswahjudi, Magetan. (Istimewa/Pemkot Madiun)

Lettu Penerbang Fulgentius Dio merupakan salah satu penerbang muda yang mengendalikan pesawat tempur F-16 di Skadron Udara 3 Lanus Iswahjudi.

Solopos.com, MAGETAN — Sebanyak 24 pesawat tempur F-16 telah diterima TNI AU pada Rabu (28/2/2018) lalu. Dari 24 pesawat itu, Lanud Iswahjudi Magetan mendapatkan 10 unit pesawat yang akan memperkuat Skadron Udara 3 di Lanud tersebut.

Salah satu penerbang yang akan mengendalikan pesawat tempur yang baru dibeli dari Amerika Serikat itu adalah Lettu Penerbang Fulgentius Dio, 28. Dio merupakan salah satu penerbang termuda di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.

Penampilan Dio memukau saat berakrobat dengan mengendalikan pesawat F-16 di langit Magetan saat acara serah terima 24 pesawat tersebut, Rabu lalu. Saat itu, Dio bersama sembilan penerbang lainnya bermanuver secara apik dan penuh tantangan.

Aksinya itu mendapat sambutan hangat dari penonton dan tamu negara yang hadir dalam serah terima pesawat itu. Kepada wartawan, Dio mengaku bangga bisa tampil di hadapan tamu penting seperti Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan pejabat negara lainnya.

Baca juga:

Saat tampil di pertunjukan itu, Dio bersama rekan-rekannya saat awal bermanuver membentuk formasi aero. Kala itu, Dio berada di ujung kanan saat formasi mata anak panah itu. Pesawat saat itu terbang dengan kecepatan 400 knot di ketinggian 800 meter dari tanah.

“Jarak antarpesawat tidak boleh berubah. Posisi harus diperhatikan. Wajib terus konsentrasi,” kata lulusan terbaik pada Sekolah Penerbang TNI AU angkatan ke-85 itu.

Bapak satu anak ini menceritakan dirinya sudah mengantongi 400 jam terbang dengan pesawat F-16. Dia mengaku pesawat F-16 bukan pesawat pertama yang diterbangkannya. Sebelumnya, pria kelahiran Yogyakarta, 19 Januari 1990, ini telah menerbangkan pesawat tempur T-50.

Menurut dia, banyak perbedaan antara F-16 dengan T-50. Untuk pesawat F-16, bodinya lebih besar dan lebih berat. Namun, F-16 memiliki power yang lebih besar dan lebih banyak membawa muatan.

Pesawat F-16 ini dilengkapi dengan sembilan hard point untuk tempat misil dan dapat membawa sembilan ton misil dengan berat take off maksimal 19 ton. Pesawat ini juga dapat bertempur air to air hingga air to ground.

Dia mengaku butuh waktu sekitar 15 bulan untuk mempelajari pesawat tempur F-16 ini. “Ada beberapa tombol dan switch yang berbeda dari T0-50. Tetapi secara keseluruhan hampir sama,” terang dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom