Kenalkan Keju Boyobert, Keju Jamur Asli Boyolali
Karyawan Keju Indrakila menunjukkan keju jenis camembert yang berlapis jamur di tokonya di Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali, Jateng, Selasa (18/2/2020). (Solopos- Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI — Puluhan batang keju tertata rapi di rumah yang sekaligus menjadi toko produk Keju Indrakila. Toko kecil berukuran 3 m x 7 m itu terletak tepat di pinggir jalur lingkar utara, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).

Bentuk tokonya seperti rumah dengan satu set meja-kursi dan ayunan di teras. Tulisan Keju Indrakila berwarna kuning menjadi penanda di sana lah keju khas Boyolali itu dijual.

Dunia Terbalik! Bank Mandiri Disegel Nasabah

Keju-keju berukuran sekitar 10 cm x 5 cm yang sudah dikemas dengan plastik nilon ditata bertumpuk di dalam lemari pendingin. Di bagian samping, berbagai produk olahan susu dan keju juga dipajang membikin pelanggan memiliki lebih banyak pilihan membeli.

Pelanggan yang mampir ke toko bisa membeli pie susu, permen susu, bahkan sabun susu sebagai alternatif.

Berbeda

Jika lazimnya produk keju berwarna putih kekuningan, keju di sana terlihat sedikit berbeda. Olahannya berwarna putih bak diselimuti tepung.

Keju itu dikenal dengan brand Boyobert atau singkatan dari Boyolali Camembert. Warna putih pada jamur ini merupakan hasil pertumbuhan jamur penicillium yang juga berfungsi sebagai antibiotik.

"Keju jenis ini memang jarang sekali ada yang produksi," tutur Manajer Keju Indrakila Romi Anjas Ariyanto, ketika ditemui Solopos.com di tokonya, Selasa (18/2/2020).

Pengin Jadi PNS Tanpa Tes, Guru Honorer Minta Dukungan DPRD Klaten

Keju itu dibuat dari susu sapi asli peternak lokal dengan tambahan fermentasi selama satu bulan untuk menumbuhkan jamur. Proses fermentasinya mirip dengan fermentasi tempe yang dibuat dari kedelai.

Bukan seperti jenis mozzarella yang terasa lebih hambar, keju camembert memiliki rasa cenderung asin. Namun tetap saja, tidak ada pakem khusus cara menikmatinya. Semua tergantung selera lidah.

Sedangkan keju mozzarella menjadi lebih familiar lantaran rasanya yang tidak terlalu kuat cocok dijadikan bahan campuran. Keju biasanya dihidangkan dengan panganan yang tidak menjadikan keju sebagai pemberi rasa utama, seperti kue, pizza, dan makanan cepat saji.

Di samping itu, ada jenis keju jenis feta yang olahannya dimodifikasi dari bahan susu sapi dari bahan aslinya susu kambing, serta keju jenis mountain yang rasanya cenderung gurih.

Cambuk & Tempeleng Anak, Ibu Tiri Terancam 5 Tahun Penjara

Keju-keju itu dibedakan berdasarkan waktu pemeraman antara satu bulan hingga tiga bulan. Sementara itu, khusus keju jenis camembert, jamur kandidum ditambahkan setelah protein dan lemak dari susu itu dipisahkan.

Lemak digunakan untuk tahapan pembuatan keju, sementara protein akan digunakan sebagai campuran pakan ternak. "Sehingga dalam proses produksinya kami sengaja meminimalkan limbah," imbuh Romi.

Omzet

Tak disangka, setelah sebelas tahun berdiri, Keju Indrakila berhasil merambah kota-kota besar dan bali. Dalam sebulan, pengelola bisa menjual hingga dua ton keju dengan omzet Rp100juta sampai Rp200 juta.

Hasil yang tak disangka mengingat Agustus 2009 lalu, keluarga Romi menginisiasi keju lantaran saat itu belum ada produk olahan susu. Sebelas tahun lalu, susu-susu dari peternak sebagian besar hanya dipasok ke pabrik dengan harga yang rendah.

Ide membuat keju muncul untuk mendongkrak harga produk lokal di pasaran. Kini, setiap batang keju dihargai Rp30.000-Rp40.000. Sementara untuk kemasan besar sekitar Rp125.000-Rp180.000 per kg.

Salajh satu warga Kabupaten Klaten yang berkunjung ke Keju Indrakila, Larsono, menyebutkan pembuatan keju ini bisa menjadi produk khas warga Boyolali. "Produk keju Indrakila memang identik dengan Boyolali, apalagi dengan harganya yang terjangkau," terangnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho