Kenaikan Tarif Rumah Sakit dan Dokter Picu Inflasi di Solo
Ilustrasi inflasi (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, SOLO — Tarif rumah sakit dan dokter menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Solo pada Januari 2021. Hal ini menjadi penyebab Kota Solo mengalami inflasi sebesar 0,68% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,32. Selain itu, inflasi ini disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukkan oleh naiknya angka indeks harga konsumen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Totok Tavirijanto, mengatakan penyumbang inflasi terbesar pada Januari 2021 adalah cabai rawit, tarif rumah sakit, tarif dokter umum, pemeliharaan atau servis, dan tarif dokter spesialis.

“Cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,20%, tarif rumah sakit 0,15%, tarif dokter umum 0,05%, pemeliharaan 0,04%, dan tarif dokter spesialis dengan andil inflasi 0,04%,” kata dia, Kamis (11/2/2021).

Totok menjelaskan dari 11 kelompok pengeluaran konsumsi yang dihitung IHKnya, semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 0,84%, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,60%. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,11%.

Baca juga: Arus Kas Dana Jaminan Sosial Kesehatan Surplus Rp18,7 Triliun

Kenaikan Indeks

Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,05%, kelompok kesehatan naik 10,06%. Lalu kelompok transportasi naik 0,66%, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,21%. Selanjutnya kelompok rekreasi, olah raga dan budaya naik 0,12%, kelompok pendidikan naik 0,48%. Serta kelompok penyediaan makanan, minuman/restoran naik 0,18%, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,22%.

Dari 3 sub pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, tercatat 2 sub kelompok mengalami kenaikan indeks. Sub kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan angka indeks, yakni sub kelompok makanan naik 1,02% dan sub kelompok rokok dan tembakau naik 0,28%. Sebaliknya sub kelompok minuman yang tidak beralkohol turun 0,02%.

Sedangkan kenaikan angka indeks pada kelompok kesehatan disebabkan oleh naiknya angka indeks pada semua sub kelompok. Sub kelompok obat-obatan dan produk kesehatan yang naik sebesar 0,07%, sub kelompok jasa rawat jalan naik 16,30%. Lalu sub kelompok jasa rawat inap naik 21,76 %, dan sub kelompok jasa kesehatan lainnya naik 7,4%.

Baca jugaDSC Ada Karena Ingin Kewirausahaan Indonesia Tumbuh

Inflasi Tertinggi

Lebih lanjut ia memaparkan laju inflasi tahun kalender Januari 2021 sebesar 0,68%. Sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2021 terhadap Januari 2020 ) sebesar 1,93%. Selain itu, dari 6 kota di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung angka inflasinya, pada Januari 2021 tercatat 5 kota mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Solo sebesar 0,68%, diikuti Purwokerto sebesar 0,35%, Cilacap, Kudus masing-masing sebesar 0,27%, dan Semarang sebesar 0,14%. Sebaliknya Kota Tegal mengalami deflasi sebesar 0,17%.

Dari pantauan Solopos.com melalui hargajateng.org, Kamis (11/2), harga cabai rawit merah Rp37.600/kilogram. Harga ini lebih tinggi daripada Januari lalu senilai Rp26.600/kg.

Sementara itu, salah satu warga Serengan, Solo, Nuraini, mengakui adanya kenaikan tarif periksa di rumah sakit. Kali terakhir ia harus periksa ke rumah sakit karena mengalami sakit pada bagian telinga sekitar 2 pekan lalu.

“Dulu sempat mengalami hal serupa lalu periksa, habisnya waktu itu sekitar Rp300.000-an sudah termasuk obat. Kemarin itu saya periksa habis sekitar Rp450.000-an,” jelas dia.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom