KENAIKAN HARGA ELPIJI : Antisipasi Migrasi, Sukoharjo Ajukan Tambahan Kuota Elpiji 3 Kg
Ilustrasi penjualan elpiji (Iskandar/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo segera menyurati Pertamina guna meminta tambahan kuota elpiji 3 kilogram.

Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi migrasi kosumen pemakai gas 12 kilogram ke 3 kilogram, menyusul kenaikan harga elpiji 12 kilogram.

“Besok Senin [15/9/2014] kami akan mengirim surat ke Pertamina, tetapi untuk sementara kami belum menyebut angka permintaan. Karena belum tahu berapa kebutuhan di lapangan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sukoharjo, Bambang Sri Setiyono, ketika dihubungi solopos.com melalui telepon selulernya, Jumat (12/9/2014).

Seperti diwartakan pemerintah pusat melalui PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji nonsubsidi ukuran tabung 12 kilogram senilai Rp1.500 per kilogram atau Rp 18.000 per tabung di tingkat agen dan Rp22.000 per tabung di tingkat pengecer. Kenaikan harga mulai diberlakukan Rabu (10/9/2014) pukul 00.00 WIB.

Di tingkat agen harga gas elpiji nonsubsidi 12 kilogram yang sebelumnya Rp92.800 per tabung, pascakenaikan harga kini dijual Rp114.300 per tabung. Sedangkan di tingkat pengecer sebelumnya hanya Rp95.000 per tabung hingga Rp97.000 per tabung, maka sekarang naik menjadi Rp117.000 per tabung hingga Rp120.000 per tabung.

Ditanya kemungkinan adanya migrasi konsumen yang semula menggunakan 12 kilogram ke 3 kilogram, Bambang mengaku belum tahu. “Saat ini belum mendengar adanya migrasi tersebut, karena secara keseluruhan kondisi di Sukoharjo masih normal,” ujar dia.

Sementara itu salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji di Sukoharjo, Sri, 51, mengatakan sampai saat ini belum ada lonjakan permintaan gas 3 kilogram.

“Kuota gas elpiji 3 kilogram di tempat saya dalam sepekan 300 buah tabung. Kalau gas 12 kilogram paling dalam satu bulan 5 buah,” ujar dia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom