Kenaikan Cukai Rokok Dikhawatirkan Memicu Banjir Rokok Ilegal

Dengan kenaikan tarif cukai sebesar 12,5 persen, harga jual eceran naik sekitar 35 persen pada tahun ini.

 Proses pengungkapan peredaran rokok ilegal di wilayah Wonogiri yang dilakukan seorang Sales oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Proses pengungkapan peredaran rokok ilegal di wilayah Wonogiri yang dilakukan seorang Sales oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonogiri. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan cukai rokok. Namun rencana itu memantik kekhawatiran bakal membanjirnya rokok ilegal.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengingatkan pemerintah untuk tidak menaikkan target cukai rokok pada rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022.

PromosiRiset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

Selain karena dinilai cukai sudah tinggi, kenaikan dikhawatirkan berdampak terhadap tenaga kerja di industri tersebut.

Tidak Ideal

Hariyadi Sukamdani menyebut kenaikan cukai rokok sudah mengalami kenaikan yang tinggi pada rentang 2017-2019. Dengan demikian, rancangan kenaikan sebesar 10 persen dalam nota keuangan APBN 2022 dinilai tidak ideal.

“Kalau dari sisi industrinya, kami khawatir muncul rokok-rokok ilegal karena cukai yang cukup tinggi. Otoritas fiskal harus melihat juga keseimbangan industrinya dari sisi risiko munculnya rokok ilegal,” kata Hariyadi seperti dikutip Bisnis, Minggu (22/8/2021).

Baca Juga: Beredar di Simo Boyolali, Puluhan Rokok Tanpa Cukai Disita

Selain itu, kenaikan cukai rokok akan berhadapan dengan masih terbatasnya daya beli masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.

Dunia usaha, lanjutnya, justru berharap otoritas fiskal tidak menaikkan cukai rokok.

Kebijakan kembali menaikkan cukai dinilai tidak sesuai dengan tujuan pengenaan bea cukai, yakni sebagai instrumen yang mengendalikan peredaran barang-barang beredar di pasar Tanah Air.

Baca Juga: Coba Kelabui Petugas, Rokok Ilegal Dimasukkan ke Ambulans yang Diangkut Truk, Terbongkar di Tegal 

Sementara itu, jika cukai rokok dinaikkan justru mendorong maraknya rokok ilegal.

Keputusan besaran kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) selalu menjadi sorotan pelaku industri rokok di Tanah Air.

Alasannya, kebijakan tarif CHT akan berimbas terhadap prospek volume penjualan rokok, serapan tembakau petani, hingga serapan tenaga kerja di industri padat karya itu.

Lebih Rendah

Sumber Bisnis.com yang dekat dengan otoritas kepabeanan mengatakan, sejauh ini tarif moderat yang diusulkan kurang lebih 10 persen.

Lebih rendah dibandingkan dengan 2021 ini, yakni rata-rata sebesar 12,5 persen dan tahun 2020 sebesar 23 persen.

Dengan kenaikan tarif cukai sebesar 12,5 persen, harga jual eceran naik sekitar 35 persen pada tahun ini.

Sumber: Bisnis

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Sejarah Tugu Lilin, Dibangun di Solo setelah Gagal di Beberapa Kota

Sebelum dibangun di Solo, Tugu Lilin gagal dibangun di beberapa kota seperti Batavia, Surabaya, dan Semarang.

10 Berita Terpopuler: Kecelakaan Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Ulasan tentang kecelakaan lalu lintas di Jl. Solo-Semarang tepatnya Karanggondang, Penggung, Boyolali, Kamis (19/5/2022) pukul 14.15 WIB menjadi berita terpopuler di Solopos.com Jumat (20/5/2022).

20 Mei Hari Kebangkitan Nasional, Mengapa Tidak Tanggal Merah?

Berdasarkan Kepres No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bukan tanggal merah atau hari libur nasional

Selamat Harkitnas! Begini Sejarah 20 Mei Jadi Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei sebenarnya merupakan hari lahirnya sebuah organisasai bernama Boedi Oetomo atau Budi Utomo pada 20 Mei 1908 atau 37 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Media Jangan Telan Mentah-Mentah Hasil Survei

Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik media yang menelan mentah-mentah hasil survei termasuk tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi.

Sejarah Hari Ini: 20 Mei 1908 Berdirinya Budi Utomo Sebagai Harkitnas

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 20 Mei.

2 Survei Kepuasan Jokowi Jauh Beda, Rocky: Surveyor Sedang Cari Remah

Rocky Gerung menyoroti dua hasil survei terhadap tingkat kepuasan Presiden Jokowi yang saling bertolak belakang padahal dirilis hampir bersamaan.

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Kompolnas: Briptu Tajir HSB Lakukan Kejahatan Korporasi

Albertus Wahyurudhanto mengatakan kasus penambangan emas ilegal, baju bekas, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat oknum Polri Briptu HSB merupakan kejahatan korporasi.

Akun Medsos Pejabat Singapura Diserbu Pendukung UAS

Hal itu merupakan buntut dari deportasi yang dilakukan Singapura terhadap UAS pada Senin (16/5/2022) lalu.

Fahri Hamzah: Pejabat Singapura Idap Islamphobia

Fahri Hamzah menilai pejabat Singapura mengidap  islamophobia lantaran menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negara tersebut, beberapa hari lalu.

Kejagung Segera Tangkap Semua Tersangka Mafia Minyak Goreng

Febrie menyebutkan tersangka Lin Che Wei sempat membagikan uang hasil kejahatan mafia minyak goreng ke sejumlah pihak.

Dicap Halu, Yusuf Mansur: Saya Sedang Mengajari Bangsa Ini Bermimpi

Yusuf Mansur mengatakan, dirinya sedang mengajari bangsa Indonesia bermimpi agar mencapai taraf kehidupan yang lebih baik. 

Tampil di Youtube Anak, Yusuf Mansur Sebut Dirinya Asal Ngomong

Yusuf Mansur mengaku dirinya bukan orang yang pandai, karenanya ia tidak banyak berpikir tapi banyak bertindak.

Menteri Muhadjir Sarankan UAS Jaga Lisan Agar Tak Diusir Singapura

Muhadjir Effendy menyarankan UAS untuk menjaga lisan agar tidak menyakiti hati orang lain.