Pekerja menggunakan eskavator mengeruk dan meratakan tanah di bantaran Kali Jenes, Kusumodilagan, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (9/5/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melanjutkan pembangunan https://soloraya.solopos.com/read/20181116/489/953306/3-paket-proyek-bbwsbs-kelar-solo-bebas-banjir" title="3 Paket Proyek BBWSBS Kelar, Solo Bebas Banjir?">parapet di Kali Premulung, Kelurahan Joyosuran, Pasar Kliwon. Satu rumah dihuni 11 keluarga yang sebelumnya menghalangi jalur parapet sudah dirobohkan.

Informasi Solopos.com, rumah yang dihuni 11 keluarga itu dirobohkan pada Selasa (7/5/2019). Selanjutnya Kamis (9/5/2019), pekerja sudah memulai proses pembangunan parapet. Ekskavator juga sudah berada di lokasi untuk menggali tanah sebagai fondasi.

Konsultan Supervisi BBWSBS, Sukamto, mengatakan sudah melakukan persiapan untuk melanjutkan proses pembangunan parapet di Kali Premulung, Joyosuran. Salah satunya dengan merobohkan bangunan yang menghalangi jalur pembangunan parapet.

“Jadi ini jenis rumahnya induk. Besar sekali dan diisi 11 KK [keluarga] di dalamnya. Jadi kami robohkan setelah adanya proses pembebasan tanah oleh BBWSBS,” terangnya ketika ditemui Solopos.com di lokasi, Kamis.

Sukamto menjelaskan saat ini pekerja mulai mengeruk tanah untuk persiapan membangun fondasi https://soloraya.solopos.com/read/20171026/489/863483/mereka-yang-bertahan-di-balik-tanggul-parapet-bengawan-solo" title="Mereka yang Bertahan di Balik Tanggul Parapet Bengawan Solo">parapet. Proses pembangunan tersebut ditargetkan rampung dalam dua pekan.

“Total panjang parapet untuk menyambung yang belum selesai ini 61 meter. Sekarang proses membuat fondasi. Kemungkinan kalau tidak ada halangan akan selesai dua pekan,” imbuh dia.

Terpisah, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSBS, Andri Rachmanto Wibowo, mengungkapkan pembangunan parapet Kali Premulung itu sempat terhenti selama empat bulan. Jeda tersebut lantaran adanya bangunan yang menghalangi jalur pembangunan https://soloraya.solopos.com/read/20180501/489/912153/bengawan-solo-parapet-jurug-solo-kian-cantik" title="Bengawan Solo Parapet Jurug Solo Kian Cantik">parapet. 

BBWSBS harus melakukan pembebasan lahan terlebih dulu untuk melanjutkan pembangunan parapet di Joyosuran. “Sekarang sudah bisa kami lanjutkan karena BBWSBS sudah membebaskan lahannya. Untuk dana pembebasan lahan, total pada 2017 dan 2018 menghabiskan dana Rp2,98 miliar dengan luas lahan yang dibebaskan 2.400 meter persegi,” terangnya. 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten