Kena PHK saat Covid-19, Warga Karanganyar Ini Bertahan dengan Kacang Ndelik

Awal Brehita membangun usaha camilan kacang ndelik berawal dari iseng.

 Peserta UMKM Virtual Expo 2021 asal Karanganyar Brehita Prihati Puspita (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Peserta UMKM Virtual Expo 2021 asal Karanganyar Brehita Prihati Puspita (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Brehita Prihati Puspita tidak menyangka menjadi salah satu karyawan yang diberhentikan dari tempat bekerja pada masa awal pandemi Covid-19, April 2020. Kondisi terpuruk itu tidak lantas membuat perempuan itu patah arang. Kondisi itu justru membuatnya semakin tertantang.

Warga Perumahan Manggeh Anyar, RT 002/RW 013, Kelurahan Lalung, Kabupaten Karanganyar itu pun bangkit dan fokus pada pengembangan usahanya. Dia mengembangkan usaha kulinernya yang telah dirintis sejak masih bekerja sebagai karyawan toko roti di Semarang.

“Saya kena PHK [Pemutusan Hubungan Kerja] pada awal-awal Covid-19. Awal April 2020. Setelah tidak bekerja di Semarang, saya kembali ke Karanganyar fokus mengembangkan usaha,” kata Brehita saat dihubungi Solopos.com, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: UNS Gelar Sertifikasi Dosen, Rektor dan Guru Besar Jadi Peserta Uji Kompetensi

Perempuan berusia 31 tahun itu menceritakan usaha yang saat ini dikembangkannya adalah bisnis camilan dengan produk kacang ndelik dan keripik jamur tiram. Dia menceritakan sebenarnya usaha tersebut telah dirintis sejak 2017 saat masih bekerja di Semarang.

Awal membangun usaha camilan kacang ndelik pun dari iseng. Kala itu dia sedang membuat camilan yang nantinya diberi nama kacang ndelik. Hasil olahannya itu pun dimakan sendiri dan dibagikan kepada teman-temannya.

Tak disangka, ternyata banyak temannya yang doyan makan camilan kacang manis dan gurih itu. Hingga akhirnya ada teman yang memesan untuk dibuatkan kacang ndelik.

Baca Juga: Klasemen Akhir Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Posisi 3 Besar

Sampingan

“Ada teman yang pesan, kemudian saya buatkan. Dari situ muncul ide untuk serius berjualan kacang ndelik. Pada waktu jelang Lebaran, saya menawarkan ke teman-teman kos [indekos] dan ternyata banyak yang beli,” ujar dia.

Usaha produksi kacang ndelik itu, kata dia, hanya bersifat sampingan. Hal ini karena Brehita masih berstatus sebagai karyawan. “Awal-awal usaha itu ya packaging masih sederhana. Pouch yang bening. Tidak ada lebel. Cuma dikasih nama produk dan nomor telepon,” katanya.

Setelah berhenti dari pekerjaan, Brehita kini fokus untuk mengembangkan dan membesarkan usahanya tersebut. Pemasaran online dan offline benar-benar diperbaiki. Packaging produk juga lebih dipercantik dan produknya bernanung dalam merek Kaloka.

Baca Juga: Selalu Raih Medali di 4 Olimpiade, Perjuangan Lifter Eko Yuli Dijadikan Film Pendek

Usaha yang dulu hanya sekadar sambilan, lanjut dia, kini justru menjadi yang utama. Setelah serius untuk fokus pada usaha ini, dia mampu meningkatkan penjualan dan omzet. Dari yang semula hanya beromzet Rp200.000 per bulan, kini naik menjadi Rp2 juta per bulan.

“Saat masih jadi karyawan kan cuma jadi sambilan saja. Tetapi setelah PHK, jadi yang utama. Alhamdulillah bisa sampai Rp2 juta per bulan,” ujar dia.

Produk kacang ndelik milik Brehita bisa didapat melalui marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan blibli.com . Selain itu, dalam setahun terakhir produknya juga sudah dipasarkan di empat toko oleh-oleh di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, dan Kota Solo.

Baca Juga: Greysia/Apriyani Diberitakan Terima Bonus Rp5 Miliar, Menpora: Masih Dihitung

Manis dan Gurih

Namun, selama PPKM Darurat produknya terpaksa tidak disetor ke tempat penjualan oleh-oleh. Hal ini karena jumlah pembeli sangat sedikit.

“Selama PPKM ini, saya berhenti dulu ngirim ke toko oleh-oleh. Karena returnya banyak sekali. Mungkin karena tidak ada pengunjung,” kata dia.

Sedangkan untuk penjualan online, Bre mengaku sudah kerap menjual di berbagai kota di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Sebelum masa PPKM Darurat, dia mengaku bisa menjual 20 kg kacang ndelik per bulan.

Baca Juga: Update Klasemen Medali Olimpiade Tokyo 2020: China Tak Terbendung, Indonesia Posisi 39

Kacang ndelik ini memiliki cita rasa yang manis dan gurih. Kacang ndelik ini merupakan camilan yang terbuat dari kacang yang dibalut dengan adonan tepung dan karamel.

Brehita melalui produk kacang ndelik menjadi satu dari 50 peserta UMKM Virtual Expo 2021 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Solo dan Solopos Media Group. Dia merasa terbantu dalam membuat dan mengembangkan toko online di marketplace.

“Banyak wawasan tentang marketing digital yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu,” ujar dia.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Pemdes Gempol Klaten Larang Warga Selfie dan Nongkrong di Jalan Ini, Kenapa Sih?

Papan larangan di Gempol Klaten itu bertuliskan Disepanjang Jalan Ini Dilarang Nongkrong, Selfie, dan Hal-Hal yang Negatif. 

UPK DAPM Kedawung Sragen Bagi-Bagi Sembako Senilai Total Rp70 Juta

Warga yang mendapat bantuan sembako itu merupakan nasabah simpan pinjam perempuan (SPP) sekaligus anggota kelompok binaan dari UPK DAPM Kedawung.

Waduh, Ada 1.000 Pengajuan Cerai Masuk ke PA Karanganyar

Dari seluruh aduan yang masuk ke PA Karanganyar, pengajuan perceraian mendominasi dibandingkan dispensasi pernikahan.

SKK Migas dan Pemkot Solo Sepakati Kerja Sama Pengembangan Pendidikan dan Riset

SKK Migas mengajak Solo Technopark bekerja sama dengan mempertimbangkan potensial yang ada untuk membangun kapasitas nasional.

Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

Muh. Abdullah, yang dinilai telah melanggar kode etik setelah terlibat perkara kesusilaan.

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.