Kategori: Klaten

Kena PHK, Iuran BPJS Kesehatan 4.848 Warga Klaten Ditanggung Pemerintah


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 4.848 warga Klaten yang kena pemutusan hubungan kerja atau PHK mendapat bantuan berupa pengalihan kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi ditanggung pemerintah.

Ribuan warga yang kini mendapat jaminan kesehatan nasional-kartu Indonesia sehat (JKN-KIS) tersebut, sebelumnya merupakan peserta JKN kategori pekerja penerima upah (PPU). Mereka masuk kategori tiu lantaran bekerja di perusahaan.

Namun, lantaran terkena gelombang PHK, kepesertaan dialihkan ke JKN-KIS yang iurannya ditanggung negara. Ribuan warga Klaten tersebut di-PHK atau dirumahkan akibat dampak pandemi Covid-19.

Penjual Salep Asal Sragen Jadi Korban Pemerasan, Mobil, Motor, dan Uang Rp48 Juta Dikuras

“Melalui pemberian bantuan ini, penduduk yang terkena PHK tetap bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” kata Bupati Klaten, Sri Mulyani, berdasarkan rilis yang diterima Solopos.com, Rabu (16/9).

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Tri Nyantosani, mengatakan bantuan yang diberikan berupa pengalihan kepesertaan jaminan kesehatan menjadi ditanggung pemerintah.

“Data penerima bantuan tersebut hasil penyandingan data dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja [Disperinaker] Klaten serta data yang ada di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial [BPJS],” kata Nyantosani.

Inovatif, Materi Pembelajaran SMPN 2 Ceper Klaten Mengudara Lewat Radio Sekolah

Data PHK dari Disperinaker Klaten

Kepala Disperinaker Klaten, Slamet Widodo, menjelaskan sebelumnya Disperinaker menyerahkan data tenaga kerja di Klaten yang kena PHK serta dirumahkan akibat terdampak pandemi Covid-19 untuk mendapatkan bantuan JKN-KIS.

Jumlahnya sekitar 678 tenaga kerja di Klaten terkena PHK serta 1.803 tenaga kerja dirumahkan. “Jadi jumlahnya sampai 4.848 orang setelah kami kroscek termasuk keluarga mereka bagi yang sudah berkeluarga,” jelas Slamet saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Keluyuran di Karanganyar Tak Pakai Masker Kena Denda Rp20.000

Slamet memperkirakan jumlah tenaga kerja di Klaten yang kena PHK dan terutama mereka yang dirumahkan sebagai dampak pandemi Covid-19 lebih dari 1.800-an orang. Hal itu karena masih ada perusahaan yang belum melaporkan berapa banyak pekerja yang dirumahkan.

Terkait kondisi itu, Disperinaker Klaten masih melakukan pengecekan ke perusahaan-perusahaan ihwal jumlah karyawan yang dirumahkan. “Pandemi ini memang menjadi pukulan berat bagi perusahaan termasuk yang ada di Klaten,” kata Slamet.

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum

Berita Terkini

Tak Mau Pakai Masker & Batuk ke Penumpang, Wanita Ini Diusir dari Pesawat

Solopos.com, BELFAST — Seorang wanita di mengamuk saat petugas mengeluarkannya dari pesawat karena menolak menggunakan…

11 menit lalu

Alun-Alun Wonogiri Segera Dibuka, Ini Komentar Pedagang

Solopos.com, WONOGIRI - Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri direncanakan akan dibuka kembali pada Minggu (25/10/2020).…

27 menit lalu

Melalui Berbagi, Gojec Sosialisasi Ubah Laku Saat Pandemi

Solopos.com, PURWODADI – Upaya pencegahan virus corona (Covdi-19) tidak hanya dilakukan pemerintah. Namun, keterlibatan masyarakat…

42 menit lalu

Beda Orang Beda Bolpoin Saat Deklarasi Tolak Anarkis di Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat saat mengumpulkan lebih dari 46…

49 menit lalu

8 Bulan Pandemi, 88 Anak Solo Terpapar Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mendata total ada 88 anak yang terpapar…

1 jam lalu

Gencar Menata Kota, Wali Kota Madiun Ajak Pemuda Dukung Pembangunan

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun kini sedang gencar-gencarnya membangun dan menata kota. Pembangunan kota…

1 jam lalu