Kemiskinan Kulonprogo Tembus 18,1 Persen, DPRD Minta Ada Evaluasi

Tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo menjadi sorotan DPRD setempat. Legislatif ingin ada Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.

 Potret mirisnya kemiskinan. (Bisnis)

SOLOPOS.COM - Potret mirisnya kemiskinan. (Bisnis)

Solopos.com, KULONPROGO — Program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kulonprogo tak berjalan efektif. Pasalnya, hingga kini angka kemiskinan di Kulonprogo masih tinggi. Angkanya 18,1%. DPRD meminta Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan yang berjalan selama ini.

PromosiUmat Konghucu Sambut Tahun Baru Imlek dengan Lima Ritual Ibadah

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, mengatakan 18,1 persen kemiskinan ini setara dengan 78.000 jiwa. Tingginya angka kemiskinan ini, menurutnya harus menjadi fokus perhatian eksekutif. Pemkab Kulonprogo diharapkan serius dalam mengatasi kemiskinan.

“Terlebih, periode pemerintahan Bupati Sutedjo dan Wabup Fajar Gegana akan berakhir Mei 2022, namun angka kemiskinan masih sangat tinggi,” ujar Akhid pada Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga: Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Akhid megatakan data di atas membuat DPRD getol mendorong pemkab Kulonprogo melakukan evaluasi dalam program pengentasan kemiskinan. Inovasi diharapkan agar program pengentasan kemiskinan lebih kontekstual dengan kondisi riil di lapangan.

“Program pengentasan kemiskinan di Kulonprogo harus sesuai dengan kriteria kemiskinan yang ditetapkan Kementerian Sosial RI. Harapannya, program pengentasan kemiskinan dapat tepat sasaran dan dapat ditangani dengan cepat,” sambung Akhid.

Pemkab Kulonprogo diharapkan mencermati dengan betul sejumlah poin yang ditetapkan oleh badan pusat statistik (BPS) terkait dengan kemiskinan. Sebanyak 14 poin tersebut merupakan pedoman bagi eksekutif yang dikeluarkan oleh BPS untuk program pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Ternyata… Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

“14 Kriteria miskin yang ditetapkan BPS sebagai pedoman baku penetapan bantuan sosial dan disinkronkan dengan data terpadu kesejahteraan sosial atau DTKS. Pemkab dapat menambahkan kriteria lokal untuk menjaring dan memilah secara ketat keluarga yang benar benar masih perlu mendapatkan bantuan sosial atau jaring pengaman sosial (JPS),” terang Akhid.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Sutedjo mengatakan pihaknya tidak tinggal diam dengan fakta angka kemiskinan yang masing tinggi. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan.

“Program bantuan pangan nontunai memberdayakan 111 e-Warong sudah kami lakukan. Modal usaha bagi keluarga miskin sebanyak 180 orang, bantuan pengembangan kelompok usaha (KUBE) kepada 20 kelompok masing-masing Rp20 juta juga sudah dilakukan. Naiknya angka kemiskinan juga terjadi di wilayah kabupaten lain,” ungkap Sutedjo.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Yummy! Ada Kuliner Mi Ayam Goreng di Sleman, Mau Coba?

Mi ayam goreng Pak Mus ini patut dicoba saat Anda menyambangi Kabupaten Sleman.

Usia 5 Tahun, AMSI Bangun Ekosistem Media Digital Sehat Berkelanjutan

Rakernas AMSI digelar di Yogyakarta selama dua hari, Jumat-Sabtu (28-29/1/2022).

Waduh, Kasus Covid-19 di DIY Naik, Sultan Perintahkan Ini

Terjadi penambahan kasus baru Covid-19 signifikan di DIY. Gubernur DIY, Sri Sultan, meminta kabupate/kota untuk menyiapkan lagi isoter dan obat-obatan.

1 Positif-Belasan Lain Reaktif Covid-19, PTM SMP di Mlati Dihentikan

Disdik Sleman menghentikan PTM 100 persen di salah satu SMP di Mlati, Sleman, karena seorang siswa terkonfirmasi positif Corona dan 14 siswa reaktif Covid-19.

Waduh! Lansia Jepang Meninggal di Lokalisasi Sarkem Jogja, Kok Bisa?

Seorang lansia berdarah Jepang, TT, 62, dilaporkan meninggal di salah satu kafe di kompleks lokalisasi Pasar Kembang (Sarkem) Jogja pada Kamis (27/1/2022).

Lagi, Sleman Kembali Diterjang Angin Kencang Sebabkan Kerusakan

Hujan disertai angin kencang menerjang Sleman dalam dua hari terakhir. Akibatnya, puluhan pohon tumbang dan sejumlah rumah warga rusak.

Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa UNY, Rektor: Belum Ada Laporan

Kasus kekerasan seksual terhadap mahasiswa diduga terjadi di lingkungan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sopir Ngantuk, Mobil Kijang Seruduk 9 Motor di Wirobrajan Jogja

Kecelakaan di Kota Jogja melibatkan sebuah mobil Kijang Krista dengan sembilan motor yang tengah terparkir.

Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Timpa Kabel dan Rumah Warga Sleman

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Sleman, Rabu (26/1/2022) siang membuat sejumlah pohon tumbang.

Polisi Tangkap 2 Pemuda di Jogja Gara-Gara Bawa Senjata, Ini Ceritanya

Polsek Berbah menangkap dua pemuda karena kedapatan membawa senjata saat berada di Jogja.

Hore! Skuter Listrik di Malioboro Bakal Kembali Diizinkan, Tapi...

Pemerintah Kota Jogja memberikan sinyal bakal mengizinkan beroperasinya skuter listrik di kawasan Malioboro.

Malioboro Tanpa PKL Dimulai Hari Ini, Piye Perasaanmu Dab?

PKL di kawasan Malioboro mulai dipindah hari ini, Rabu (26/1/2022).

Keterlaluan! Pemuda Gunungkidul Bikin Video Porno Anak di Bawah Umur

Seorang pemuda asal Patuk, Gunungkidul, nekat membuat video porno yang diperankan kekasihnya yang masih berstatus anak di bawah umur.

Ealah! Pengin Liat Kebakaran, 2 Pemotor Ini Malah Tabrak Mobil Damkar

Peristiwa kecelakaan melibatkan mobil pemadam kebakaran (damkar) dengan pengguna sepeda motor terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Sleman Terpapar Covid19, Omicron?

Sample swab Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, saat ini tengah dikirim ke Balitbang Kemenkes untuk meneliti adanya varian Omicron.

Bekas Mobil Wali Kota Jogja Laku Rp52 Juta, Seperti Ini Penampakannya

Bekas mobil dinas Wali Kota Jogja laku terjual dalam lelang mobil dinas yang digelar Pemkot Jogja.