Tutup Iklan
OM New Metro tampil dalam Lawu Fair di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Minggu (25/8/2019). (Solopos-Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) -patung-bancolono-yang-dicuri-di-karanganyar-masuk-cagar-budaya" title="Kepala Patung Bancolono Yang Dicuri di Karanganyar Masuk Cagar Budaya">Karanganyar menyajikan dua hiburan berbeda di dua lokasi pada ajang Lawu Fair, Minggu (25/8/2019) malam.

Pergelaran seni budaya dan musik Lawu Fair rutin dilaksanakan untuk memperingati HUT RI.

Kali ini, Lawu Fair di Taman Pancasila Karanganyar menjadi panggung untuk pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Kabupaten Karanganyar menunjukkan kebolehan di bidang seni dan budaya. Sedangkan Lawu Fair di Alun-alun Kabupaten -duka-ketua-pn-karanganyar-asminah-meninggal-dunia" title="Kabar Duka: Ketua PN Karanganyar Asminah Meninggal Dunia">Karanganyar menjadi panggung bagi instansi di lingkungan Kabupaten Karanganyar.

Suguhan seni dan budaya di Taman Pancasila kental dengan unsur budaya. Pelajar menunjukkan kebolehan berupa seni tari, seni suara, pantomim, dan lain-lain. Pertunjukkan Lawu Fair di Taman Pancasila ditutup dengan pertunjukan wayang kulit dalang cilik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa, menuturkan pertunjukan Lawu Fair di Taman Pancasila dimulai sejak pukul 12.00 WIB dan ditutup pertunjukan wayang kulit hingga pukul 03.00 WIB.

"Kegiatan diselenggarakan siang hari untuk memberikan kesempatan luas kepada siswa menunjukkan kebolehan. Tahun mendatang [Lawu Fair] tetap digelar. Silakan menampilkan keterampilan dan kompetensi pelajar. Ini menjadi ruang gerak luas kepada anak didik untuk tumbuh kembang sesuai kompetensi yang dimiliki. Guru bisa memberikan pelayanan kepada anak didik untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan," kata Tarsa saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengapresiasi kerja guru, tenaga pendidik, dan pelajar untuk menyemarakkan HUT ke-74 RI. Dia berharap guru dan tenaga pendidik dapat mendidik anak yang lahir dan hidup di zaman milenial ini dengan baik.

Di Alun-alun Kabupaten -emas-jadi-tumpuan-hidup-warga-desa-dayu-karanganyar" title="Sumur Emas Jadi Tumpuan Hidup Warga Desa Dayu Karanganyar">Karanganyar, Pemkab menyuguhkan pertunjukkan orkes melayu (OM) New Metro dari Kabupaten Grobogan.  Pertunjukan dangdut dibuka Wiwik Arneta yang membawakan lagu Makan Darah yang dipopulerkan Rita Sugiarto dan Sayang Dua.

Penyanyi berikutnya Novita Bintang Pantura 3 membawakan lagu Tulang Rusuk dan Satu Hati Sampai Mati berduet dengan Ilham Gumilang. Ilham melanjutkan pertunjukan dengan membawakan lagu Pamer Bojo.

Panggung semakin memanas dengan penampilan Monita jebolan Dangdut Akademi 1 disusul Amel Putri. Puncak acara, New Metro menampilkan penyanyi dangdut Uut Selly yang membawakan Kartonyono Medot Janji, Jangan Nget-Ngetan, dan Mundur Alon-Alon

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten