Kemerdekaan dan Futurologi Pembangunan

Saat ini dunia sedang berpesta pora atas mudahnya akses informasi melalui berbagai macam media: internet, televisi, dan telepon selular yang mau tidak mau mengubah cara hidup manusia.

 Ribut Lupiyanto (Solopos/Istimewa)

SOLOPOS.COM - Ribut Lupiyanto (Solopos/Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Usia formal bangsa Indonesia tahun ini menginjak 77 tahun. Hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) selalu menjadi momentum penting sebagai titik refleksi perjalanan bangsa. Capaian memuaskan telah tertorehkan, tetapi keterpurukan kondisi juga kian mengkhawatirkan.

Bung Karno pernah berujar “perjuanganku lebih mudah karena hanya melawan bangsa penjajah, perjuangan kalian akan lebih berat karena akan melawan bangsa sendiri”. Nasihat futuristik ini akan selalu relevan untuk kita renungkan.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Cita-cita dan mimpi kemajuan merupakan spirit dan peta jalan yang menyemangati kita. Kunci membangun keunggulan SDM yang berkarakter Nusantara adalah memahami sejarah dan meneladani segenap nilai-nilai yang telah diletakkan para pendahulu bangsa. Sedangkan kunci membangun SDM berwawasan global adalah kuatnya visi dan mimpi memajukan negeri guna menjadi terdepan di kancah global.

Sejarah adalah sumber inspirasi sekaligus keteladanan. Aristoteles mengartikan sejarah sebagai suatu sistem yang mengidentifikasi kejadian dalam bentuk kronologi yang menjelaskan kronologi dari terjadinya suatu peristiwa. Topata (2020) menjabarkan bahwa historiografi memiliki empat fungsi. Pertama, fungsi pembelajaran. Edukasi atau pembelajaran sangat membutuhkan sejarah sebagai bahan ilmu pengetahuan. Sejarah menjadi salah satu guru terbaik yang dapat diambil hikmahnya.

Kedua, fungsi instruktif. Maksudnya bahwa sejarah menjadi ilmu pengetahuan yang bisa dijadikan sebagai sebuah landasan teori. Teori yang lahir dari konsep dalam sejarah dapat digunakan dalam berbagai macam bidang.

Ketiga, adalah fungsi inspirasi. Untuk masa sekarang, sejarah menjadi hal penting. Mengingat kegemilangan dan kesuksesan sesuatu melalui sejarah, setiap orang akan tergugah untuk mencapai hal-hal yang sama baiknya atau bahkan lebih.

Terakhir, fungsi rekreasi. Banyak tempat-tempat bersejarah yang dijadikan sebagai objek wisata. Sejarah tentu tidak sekadar ditempatkan dalam romantisme. Ia adalah guru yang harus digali nilai keteladanannya untuk dikontekstualisasikan dengan perkembangan zaman.

Obsesi dan Futurologi

Pemimpin masa depan adalah pemimpin masa kini. Tentu itu bukan mimpi atau obsesi yang asal dan penuh ilusi, melainkan mimpi yang terukur dan terpetakan jalan meraihnya. Untuk itulah muncul kajian akademik futurologi yang harus dikuasai dalam proses membangun bangsa.

Canton (2009) mencatat bahwa disiplin ilmu futurologi dipopulerkan pada periode 1970-an oleh saintis bernama Alvin Toffler. Ia mengajukan ramalan bahwa kelak dunia akan berubah seiring cepatnya teknologi, dan yang paling cepat mempengaruhi dunia adalah teknologi informasi. Ramalannya terbukti benar. Saat ini dunia sedang berpesta pora atas mudahnya akses informasi melalui berbagai macam media: internet, televisi, dan telepon selular yang mau tidak mau mengubah cara hidup manusia.

Salah satu ilmuwan yang juga layak disebut futurolog adalah Samuel Huntington yang pada 27 Desember 2008 lalu meninggal dunia. Huntington meramalkan selepas berakhirnya perang dingin, persaingan antar macam peradaban di dunia ini tetap akan berlanjut. “Benturan antarperadaban”, begitu Huntington mengistilahkan, bahkan akan mengambil basis agama dalam pertarungan mereka. Perang berbasis agama telah terjadi sebagaimana yang telah diramalkan Huntington.

Canton sendiri juga merupakan futurolog. Ia adalah murid langsung Alvin Toffler yang melanjutkan metode ilmiah sang guru dalam memprediksi apa yang akan dialami dunia di masa depan. Dia telah memprediksi mengenai bagaimana keadaan dunia hingga 20 tahun ke depan. Menurut ramalannya, energi minyak akan habis dan digantikan dengan energi yang terbarukan.

Pada 2025, menurut Canton, sains masih akan berkembang dengan sangat pesat. Teknologi kedokteran akan semakin maju sehingga usia manusia akan kian panjang. Selain itu, Canton juga meramalkan bahwa iklim di masa depan akan semakin buruk akibat pemanasan global.

Hal yang menarik dari ramalan Canton adalah bahwa “benturan peradaban”, sebagaimana diramalkan Huntington, masih akan terus terjadi. Globalisasi adalah penyebabnya. Semakin mudahnya manusia terhubung satu sama lain justru akan membuat nilai-nilai yang mereka anut saling bertabrakan. Selain itu, Canton memprediksi, China akan tumbuh menjadi negara yang sangat kuat, dan menjadi negara penentu dalam ekonomi global.

Bangsa ini telah menggariskan mimpi dan cita-cita yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Prediksi futurolog global penting dicermati dan dikaji untuk diantisipasi secara terukur meskipun tidak harus ditelan mentah-mentah. Futurologi ke-Indonesiaan penting dikembangkan dan digali bersama sebagai khasanah ilmiah yang konstruktif.

Agenda Pembangunan

Futurologi penting dikuasai sebagai bekal pemandu pembangunan. Kemajuan pembangunan merupakan keniscayaan dalam kompetisi era globalisasi. Beberapa prioritas perbaikan penting diperhatikan dalam menjawab tantangan memajukan pembangunan.

Pertama, melalui penguatan kualitas kepemimpinan. Kontestasi demokrasi mesti diperbaiki dalam hal kualitas SDM. Rakyat mesti dididik agar melek politik dan menempatkan kualitas di atas popularitas apalagi keunggulan materi.

Kedua, sinergi pemberantasan korupsi. Semua pihak penting mawas diri dan berkontribusi dengan prioritas pada pencegahan korupsi. Ketiga, penanggulangan terorisme dan radikalisme. Pencegahan keduanya mesti dilakukan sejak dini.

Keempat, revitalisasi pendidikan. Alokasi 20% anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pendidikan mesti direalisasikan secara berkeadilan dan optimal. Peta jalan jangka panjang, menengah, dan pendek terkait sektor pendidikan penting untuk segera disusun dan diimplementasikan.

Kelima, penguatan jaminan kesehatan. Negara mesti hadir bagi terjaminnya biaya kesehatan seluruh rakyat, khususnya golongan miskin. Keenam, pengentasan kemiskinan. Sinergi lintas lini penting dioptimalisasi, baik pemerintah, swasta, dan publik. Ketujuh, yaitu pelestarian budaya lokal. Budaya lokal penting dilestarikan dan dilakukan regenerasi.

Bangsa ini memang masih tergolong muda dibanding negara maju, seperti Amerika Serikat. Spirit perjuangan dan pembangunan tidak boleh luntur dan justru mesti terus dipupuk. Mulai sekarang, berbekal historiografi dan bermodal futurologi, target pembangunan bisa terealisasi sesuai obsesi.

Esai ini ditulis oleh Ribut Lupiyanto, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA).

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Ujung Tanduk Nasib Piala Dunia U-20 setelah Tragedi Kanjuruhan

      Ujung Tanduk Nasib Piala Dunia U-20 setelah Tragedi Kanjuruhan

      Nasib sepak bola Indonesia berada di ujung tanduk. Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 153 orang berpotensi mengganjal Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023. Indonesia pun terancam mendapat sanksi berat lainnya dari FIFA.

      Berita Terkini

      Ambivalensi KKN

      Program unggulan mengenai pengabdian kepada masyarakat—kuliah kerja nyata (KKN)—yang pada masa pandemi diselenggarakan secara daring kini kembali ke konsep semula: mahasiswa hidup bersama masyarakat.

      Kebohongan demi Uang Pasti Kedaluwarsa

      Kebohongan itu memang menghadirkan uang bagi kreator konten. Semakin viral konten yang mengumbar kebohongan itu, makin banyak uang yang didapat dari Google Adsense.

      Perceraian dan Fenomena di Baliknya

      Berbagai kasus perceraian seharusnya memancing keprihatinan bersama, baik pemerintah maupun masyarakat secara luas.

      Panggung Energi

      Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022. Ini menjadi landasan pengembangan kendaraan bernotor listrik di Indonesia

      Persaudaraan di Warung Madura 24 Jam

      Sejumlah kota besar di Pulau Jawa menjadi basis warung Madura 24 jam. Warung ini muncul di kawasan padat penduduk hingga menjadi pesaing minimarket waralaba.

      Petani Era Society 5.0

      Salah satu yang mencolok adalah penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran komoditas pertanian dan pemanfaatan big data bagi kesejahteraan petani era kehidupan society 5.0.

      Media Kooperasi dan Kepercayaan Publik

      Tergerusnya independensi media bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Kepercayaan publik taruhannya.

      Memaknai Perkemahan

      Ketika Lord Robert Baden Powell berkemah bersama 22 anak laki-laki pada 25 Juli 1907 di Pulau Brownsea, Inggris, ia punya maksud dan tujuan tersendiri.

      Relevansi Pemimpin Kerajaan sebagai Pemersatu

      Sebagai salah satu negara pelopor sistem monarki konstitusional, kedudukan penguasa kerajaan di Inggris hanya sebagai kepala negara yang tak punya hak politik untuk mencampuri urusan pemerintahan.

      Krisis Petani di Negeri Agraris

      Sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam pembangunan nasional

      Kepergian Ratu Elizabeth, Negara Persemakmuran, dan Bahasa Indonesia

      Elizabeth Alexandra Mary, Ratu Inggris Raya kelahiran 21 April 1926, mangkat pada 8 September 2022 di Kastil Balmoral.

      Karut-Marut Subsidi BBM

      Keluhan Presiden Joko Widodo ini salah besar karena lebih dari separuh anggaran subsidi bahan bakar dan energi merupakan subsidi LPG tabung tiga kilogram.

      Wrexham

      Sepak bola ternyata bisa menjadi opsi investasi yang seksi. Jadi mengapa para pengusaha tidak turun ke lapangan dan membangun klub sepak bola?

      Dilema antara Penerimaan Negara dan Kesehatan Masyarakat

      Dari perspektif kesehatan, kalangan medis menyebut ada segudang bahaya merokok, baik perokok aktif maupun bukan perokok yang turut menghirup asap pembakaran rokok (perokok pasif).

      Tidak Oleng Menghadapi Dampak Kenaikan Harga BBM

      Mengurangi jajan di luar rumah dan membiasakan memasak sendiri bisa menghemat uang dengan nilai lumayan.

      Menjadi Senior Bersama Teknologi Digital

      Bahagia rasanya mengenal teknologi dan budaya digital pada masa senior seperti yang saya alami kini.