Kementan Siapkan 9,5 Juta Ton Pupuk Subsidi, Petani Butuh 25,1 Juta Ton

Pengelolaan pupuk bersubsidi untuk petani dilakukan bersama oleh Kementan, Kemenkeu, BUMN, dan pemerintah daerah.

 Ilustrasi lahan padi. (Solopos-Luthfi Shobri Marzuqi)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi lahan padi. (Solopos-Luthfi Shobri Marzuqi)

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah saat ini hanya dapat memenuhi 40 persen dari total pengajuan pupuk bersubsidi dari petani. Kebutuhan petani secara nasional mencapai 22,57 juta ton hingga 26,18 juta ton per tahun, namun anggaran negara hanya cukup untuk pengadaan 8,87 juta ton hingga 9,55 juta ton pupuk senilai Rp25 triliun.

“Pasti jauh dari harapan,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil dalam keterangan resmi, Sabtu (29/1/2022). Ali meminta Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) di daerah aktif memantau pengajuan dan penyaluran pupuk bersubsidi pada petaninya.

PromosiKota Solo Pernah Jadi Pesemaian Sastra Patriotik dan Revolusioner

Bahkan, KP3 yang berisikan unsur pejabat daerah dan penegak hukum juga harus tegas bila menemukan indikasi kecurangan dan permainan distribusi. Pihaknya mengharapkan sistem pengawasan pupuk bersubsidi secara berjenjang dapat berjalan baik.

“Kami mohon jajaran aparat pemda proaktif membantu petani. Kami kawal alokasi di pusat dengan berbagai pertimbangan teknis dan masukan dari daerah,” tegas Ali.

Baca juga: Belum Punya Kartu Tani? Petani Boyolali Bisa Bawa KTP Saat Tebus Pupuk

Sebagai informasi pada 2022, Kementan telah menetapkan alokasi pupuk Urea sebanyak 4.232.704 ton, SP-36 sebanyak 541.201 ton, ZA sebanyak 823.475 ton, NPK sebanyak 2.470.445 ton, NPK Formula Khusus sebanyak 11.469 ton, Organik Granul sebanyak 1.038.763 ton, dan organik cair 1.870.380 ton.

Kebutuhan Nutrisi Tanah

Selain pengawasan sistem, Kementan juga mengkaji ulang unsur hara tanah untuk mengetahui kebutuhan nutrisi tanah di sentra pertanian di Indonesia. Upaya itu penting untuk dilakukan agar tidak terjadi pemborosan penggunaan pupuk, sehingga dapat dialihkan pada daerah lainnya.

Langkah selanjutnya, kata dia, adalah melakukan substitusi pada pupuk cair dan organik agar alokasi pupuk bisa bertambah volumenya. Selain itu, edukasi bagi petani untuk membuat pupuk organik sendiri terus dilakukan agar bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk bersubsidi. “Pengawalan sistem eRDKK berbasis NIK juga terus kami perketat, di samping kami melakukan upaya efisiensi dan substitusi pada pupuk organik,” tegas Ali.

Baca juga: Lancarkan Distribusi di Jateng, Pupuk Indonesia Manfaatkan Kereta Api

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya menyampaikan pengelolaan pupuk bersubsidi dilakukan bersama Kementan, Kemenkeu, BUMN, dan pemerintah daerah. Tata kelola yang ada saat ini, kata dia, sudah berjalan dan perlu pengawasan yang ketat, mengingat anggaran subsidi pupuk terus menurun.

“Anggaran pupuk subsidi dari Kemenkeu langsung pada Pupuk Indonesia sebagai penyedia pupuk dan melakukan distribusi hingga petani. Kementan dan pemda menyusun alokasinya dalam sistem eRDKK berbasis NIK. Namun, tentu tidak semua kebutuhan petani bisa terpenuhi, karena anggaran negara terbatas,” terangnya. Karenanya, Mentan mengajak semua pihak bersama melakukan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi.

Peran serta masyarakat dan penegak hukum sangat diharapkan untuk memberantas pelaku kecurangan yang mempermainkan alokasi pupuk hingga harga di pasaran.

Baca juga: Kartu Tani Belum Familiar, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Wonogiri Rumit

 

Sumber: bisnis.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Sejarah Tugu Lilin, Dibangun di Solo setelah Gagal di Beberapa Kota

Sebelum dibangun di Solo, Tugu Lilin gagal dibangun di beberapa kota seperti Batavia, Surabaya, dan Semarang.

10 Berita Terpopuler: Kecelakaan Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Ulasan tentang kecelakaan lalu lintas di Jl. Solo-Semarang tepatnya Karanggondang, Penggung, Boyolali, Kamis (19/5/2022) pukul 14.15 WIB menjadi berita terpopuler di Solopos.com Jumat (20/5/2022).

20 Mei Hari Kebangkitan Nasional, Mengapa Tidak Tanggal Merah?

Berdasarkan Kepres No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bukan tanggal merah atau hari libur nasional

Selamat Harkitnas! Begini Sejarah 20 Mei Jadi Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei sebenarnya merupakan hari lahirnya sebuah organisasai bernama Boedi Oetomo atau Budi Utomo pada 20 Mei 1908 atau 37 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Media Jangan Telan Mentah-Mentah Hasil Survei

Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik media yang menelan mentah-mentah hasil survei termasuk tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi.

Sejarah Hari Ini: 20 Mei 1908 Berdirinya Budi Utomo Sebagai Harkitnas

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 20 Mei.

2 Survei Kepuasan Jokowi Jauh Beda, Rocky: Surveyor Sedang Cari Remah

Rocky Gerung menyoroti dua hasil survei terhadap tingkat kepuasan Presiden Jokowi yang saling bertolak belakang padahal dirilis hampir bersamaan.

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Kompolnas: Briptu Tajir HSB Lakukan Kejahatan Korporasi

Albertus Wahyurudhanto mengatakan kasus penambangan emas ilegal, baju bekas, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat oknum Polri Briptu HSB merupakan kejahatan korporasi.

Akun Medsos Pejabat Singapura Diserbu Pendukung UAS

Hal itu merupakan buntut dari deportasi yang dilakukan Singapura terhadap UAS pada Senin (16/5/2022) lalu.

Fahri Hamzah: Pejabat Singapura Idap Islamphobia

Fahri Hamzah menilai pejabat Singapura mengidap  islamophobia lantaran menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negara tersebut, beberapa hari lalu.

Kejagung Segera Tangkap Semua Tersangka Mafia Minyak Goreng

Febrie menyebutkan tersangka Lin Che Wei sempat membagikan uang hasil kejahatan mafia minyak goreng ke sejumlah pihak.

Dicap Halu, Yusuf Mansur: Saya Sedang Mengajari Bangsa Ini Bermimpi

Yusuf Mansur mengatakan, dirinya sedang mengajari bangsa Indonesia bermimpi agar mencapai taraf kehidupan yang lebih baik. 

Tampil di Youtube Anak, Yusuf Mansur Sebut Dirinya Asal Ngomong

Yusuf Mansur mengaku dirinya bukan orang yang pandai, karenanya ia tidak banyak berpikir tapi banyak bertindak.

Menteri Muhadjir Sarankan UAS Jaga Lisan Agar Tak Diusir Singapura

Muhadjir Effendy menyarankan UAS untuk menjaga lisan agar tidak menyakiti hati orang lain.