Kementan Duga Ada yang
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji menunjukkan tumpukan beras yang dicegah dikirimkan ke Kalimantan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (17/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/I.C.Senjaya)

Kementan menduga ada penyimpangan dalam gejolak harga beras sebelum muncul wacana impor beras.

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menduga telah terjadi penyimpangan yang menyebabkan harga pangan kerap meninggi jelang hari-hari besar keagamaan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto menegaskan hingga saat ini produksi padi dan kegiatan panen di Indonesia masih terus berlangsung dan mencukupi.

Hal ini, bisa dibuktikan dengan foto open camera yang dilengkapi dengan keterangan titik koordinat berupa garis bujur dan lintang serta tanggal pengambilan foto. Ada pula citra satelit yang bisa memastikan betul apakah sebuah lokasi panen benar-benar ada atau tidak. Untuk itu, dia meminta agar pihak-pihak tidak melulu menyalahkan data produksi pangan yang ada.

“Sekarang pertanyaannya, kalau kita di pasokan lapangan ada, di panennya ada dan jumlahnya banyak, kenapa nggak tersedia di pasar? Itu kan berarti ada miss antara produksi dengan pasar, berarti ada hambatan distribusi atau ada yang menggoreng,” kata Gatot ketika dihubungi Bisnis/JIBI, Minggu (21/1/2018). Baca juga: Impor Beras 500.000 Ton Tanpa Restu Kementan.

Kecurigaan Gatot tentang kemungkinan hambatan distribusi atau pihak-pihak yang sengaja menggoreng isu ini didasarkan pada peningkatan harga yang terjadi hampir setiap kali menjelang hari-hari besar keagamaan. Biasanya, saat-saat itu konsumsi rakyat memang meningkat.

Untuk itu, dia meminta agar pihak-pihak terkait lainnya bisa lebih bijaksana dalam mengambil jalan keluar dan tidak hanya memikirkan solusi jangka pendek yang bisa menimbulkan dampak negatif. Baca juga: Pakar Ungkap Kejanggalan Impor Beras 500.000 Ton Jelang Panen.

Gatot juga berharap Satgas Pangan yang dipimpin oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto bisa menyelesaikan masalah dalam proses distribusi pangan. Hal ini termasuk kemungkinan kecurangan pihak-pihak tertentu hingga menyebabkan harga meningkat.

“Ini kan fenomena anomali kan. Nah, inilah yang harus dicari. Jangan mengambil solusi yang jangka pendek yang mendisrupsi sistem produksi pertanian. Satgas pangan saya kira sudah mulai bekerja dan saya berharap semuanya yang terjadi segera diselesaikan supaya ini tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR Ichsan Firdaus memberikan pendapatnya terkait opini kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja bermain untuk mengambil keuntungan sehingga menyebabkan tingginya harga pangan.

Menurutnya, ada tiga "hantu" yang selalu mengikuti setiap kali gejolak harga beras dan wacana impor mencuat. Ketiga "hantu" tersebut adalah surplus, rent seeker, dan mafia atau spekulan beras. Namun, katanya, hingga saat ini, belum ada pihak yang bisa benar-benar bisa membuktikan keberadaan ketiga "hantu" tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom