SOLOPOS.COM - Warga mengecek paviliun rumahnya yang roboh akibat gempa bumi 6,1 SR di Kampung Kakudu, Cilograng, Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Asep Fathulrahman)

Ratusan rumah rusak akibat gempa yang terjadi Selasa kemarin.

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) mendata sebanyak 341 unit rumah dan fasilitas umum rusak akibat gempa bumi yang terjadi bersamaan di Provinsi Banten dan Jawa Barat pada Selasa (23/1/2018).

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang dihubungi dari Jakarta, Rabu (24/1/2018), mengatakan, gempa 6,1 Skala Richter tersebut mengakibatkan kerusakan ringan maupun berat.

Dia memerinci, wilayah yang terdampak di Kabupaten Lebak, Banten yaitu di Kecamatan Bayah, Kecamatan Wanasalam, Kecamatan Cilograng, Panggarangan, Lebak Gedong, Sobang, Cimarga, Sajira, Cihara dan Rinten dengan total kerusakan 311 unit rumah dan bangunan.

Sementara di Pandeglangsatu gedung aula SMA CMBBS juga mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pukul 13.34 WIB tersebut. (baca: Video Gempa Banten Guncang Jakarta: JK Tetap Tenang hingga Karyawan Berhamburan)

Selain itu, 13 unit rumah di Kelurahan Tari Kolot, Pakancilan dan Kuta, Bogor serta  tiga unit rumah dan sekolah di Desa Tanggeung, Desa Pageurmaneh Cianjur juga rusak. Terdata pula 13 rumah, masjid dan sekolah rusak di Kecamatan Cidahu dan Cirenghas Sukabumi.

Harry mengatakan, untuk penanganan dampak gempa, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Dinsos Provinsi Banten sementara telah mendistribusikan logistik ke beberapa titik di Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak, Banten.

“Bantuan logistik tersebut difokuskan kepada 92 kepala keluarga yang mengalami kerusakan rumah berat dan saat ini mengungsi di rumah tetangga maupun keluarga,” ujar Harry.

Adapun jenis bantuan yang diberikan antara lain, beras sebanyak 1.000 Kilogram, 100 lembar selimut, 120 lembar matras, 240 paket lauk pauk, dan 30 paket foodware. Nilai bantuan yang telah disalurkan sebesar Rp50,5 juta.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pada Selasa terjadi gempa bumi pada saat bersamaan di dua lokasi yang berpusat di Lebak, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat. (baca pula: Gempa Lebak, Kicauan Akun @_TNIAU Ini Direspons Meme Menggelikan)

Sementara itu, satu warga Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan meninggal dunia akibat gempa Selasa. Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Madias di Lebak mengatakan korban meninggal dunia bernama Nana, 40, warga Kampung Cikaung Desa Sawarna Barat Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Selain itu juga dua warga lainnya mengalami luka-luka dan satu orang tersetrum. Menurut Madias, warga yang meninggal dunia berdasarkan informasi korban diduga terserang penyakit jantung setelah melihat rumah roboh akibat gempa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya