Kemenristek Pastikan E-Voting Pilkades Siap 2020
Deputi Bidang Teknologi, Informasi, Energi, dan Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada Kemenristekdikti Eniya Listiani Eniya Listiani Dewi (berkerudung merah) bersama Bupati Pemalang Junaedi melihat proses pilkades dengan menggunakan sistem e-voting. (Antara-Kutnadi)

Semarangpos.com, PEMALANG — Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menargetkan pelaksanaan pemilihan umum kepala desa dengan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting sudah dapat diterapkan di seluruh Indonesia pada 2020.

Deputi Kepala Bidang Teknologi, Informasi, Energi, dan Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada Kemeristekdikti Eniya Listiani Dewi memastikan prediksi itu di Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (23/9/2018). Ia melihat langsung pemungutan suara elektronik atau e-voting sudah dilakukan di 172 desa Kabupaten Pemalang dengan perangkat yang memadai.

"Menristek sudah menyarankan pelasanaan pilkades e-voting sudah dapat digunakan di seluruh desa di Indonesia pada 2020. Pemakaian sistem e-voting ini juga mendapatkan dukungan dari Pemkab Pemalang yang saat ini sedang melaksanakan pilkades dengan sistem itu," katanya saat menyaksikan langsung pelaksanaan pilkades e-voting di Desa Pegongsoran Kabupaten Pemalang, Jateng.

Menurut dia, keunggulan pemilihan kepala desa dengan sistem pemungutan suara secara elektronik dibanding konvensional antara lain masalah akurasi, keamanan dan akuntabel, mempersingkat waktu, serta menghemat anggaran. "Jika dibandingkan dengan sistem konvensional, pilkades dengan sistem pemungutan suara secara elektronik memang berbanding jauh. Saat saya tanya di Sidoarja [Jawa Timur] dengan menggunakan sistem manual, panitia merasa ribet untuk mengumpulkan dan menjumlah data pemilih," ungkapnya.

Menurut dia, secara undang-undang, penggunaan sistem e-voting pilkades sudah disetujui. Hanya saja untuk pelaksanaan e-voting pemilihan umum (pemilu) serta pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) belum dapat dilaksanakan.

Akan tetapi, sambung dia, pada pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, pemakaian e-voting ini sudah diujicobakan di Sulawesi Selatan. "Adapun tahapan berikutnya, e-voting ini dapat digunakan pada pilpres dan pileg. Secara undang-undang sudah dilakukan [e-voting] tetapi belum diimplementasikan karena masih terhalang sejumlah masalah seperti pemilih yang bekerja di luar negeri," tuturnya.

Bupati Pemalang Junaedi mengatakan pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting sudah hal yang biasa karena sistem ini sudah dilaksanakan di beberapa desa setempat. "Jadi, untuk di Kabupaten Pemalang, pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting sudah menjadi hal yang biasa. Jadi apabila ada kendala tentunya hanya untuk evaluasi yang lebih baik pada pelaksanaan pilkades mendatang," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom