Tutup Iklan

Kemenkumham Bali: Remisi untuk Pembunuh Wartawan Belum Bisa Dieksekusi

Dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 29/2018 tentang pemberian remisi berupa perubahan dari pidana seumur hidup menjadi pidana penjara sementara, Presiden Joko Widodo memberikan remisi kepada Susrama. Akibatnya, hukuman Susrama dikurangi dari penjara seumur hidup menjadi penjara 20 tahun sehingga memicu kecaman publik.

Kemenkumham Bali: Remisi untuk Pembunuh Wartawan Belum Bisa Dieksekusi

SOLOPOS.COM - Jurnalis dan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali menggelar aksi menuntut Presiden Joko Widodo mencabut kembali remisi untuk I Nyoman Susrama yang merupakan terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali Prabangsa, di Denpasar, Bali, Jumat (25/1/2019). (Antara-Fikri Yusuf)

Solopos.com, DENPASAR -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali Sutrisno memastikan remisi pembunuh wartawan I Nyoman Susrama belum bisa diterapkan. Hal ini lantaran adanya kesalahan ketik masa tahanan.

Dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 29/2018 tentang pemberian remisi berupa perubahan dari pidana seumur hidup menjadi pidana penjara sementara, Presiden Joko Widodo memberikan remisi kepada Susrama. Akibatnya, hukuman Susrama dikurangi dari penjara seumur hidup menjadi penjara 20 tahun sehingga memicu kecaman publik.

Dalam Keppres tersebut, tertulis masa tahanan Susrama setelah mendapatkan remisi akan bebas pada 2029. Padahal seharusnya jika dihitung berdasarkan awal penahanan pada 2010, Susrama baru bisa bebas pada 2030. 

Menurutnya, sampai saat ini Kementerian Hukum dan HAM masih melakukan perbaikan atas kesalahan ketik tersebut. Penerapan remisi 20 tahun dari penjara seumur hidup belum bisa diterapkan sampai laporan  masa tahanan tersebut selesai.

“Saya bukan orang LP jadi tidak tahu benar dengan perubahan pidana,” katanya, Senin (28/1/2019).

Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Bali memastikan penolakan atas keppres tersebut akan tersampaikan ke pemerintah pusat. Rencananya, petisi penolakan akan disampaikan pada Senin (28/1/2019), namun menjadi diundur pada Selasa (29/1/2019).

"Sampai sekarang kita belum eksekusi remisinya," katanya. 

Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) pun akan terus mengawal Keputusan Presiden yang memberikan remisi kepada I Nyoman Susrama yang menjadi otak pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali, Jawa Pos Group, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

I Nyoman Susrama sendiri mendapatkan vonis seumur hidup di di Pengadilan Negeri Denpasar pada 2010 silam. Namun, berdasarkan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar Nandhang R. Astika mengatakan remisi yang diberikan tersebut mengindikasikan adanya kemunduran terhadap kebebasan pers.

Terlebih, pembunuhan Prabangsa adalah satu-satunya kasus kekerasan terhadap jurnalis yang mampu terungkap. Apalagi, pengungkapan kasus pembunuhan jurnalis yang terjadi pada Februari 2009 silam ini dinilai cukup alot. Saat pengungkapan kasus tersebut, AJI Denpasar bersama sejumlah advokat, dan aktivis pun ikut mengawal Polda Bali.

“Kasus terungkap, diberikan vonis hingga diketuk palu, sekarang tiba-tiba malah muncul remisi,” katanya. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Pencurian di Toko Elektronik Boyolali, Uang Rp66 Juta dan 32 TV LED Raib

Pencurian terjadi di sebuah toko elektronik di Jl Pandanaran, Boyolali. Uang puluhan juta beserta puluhan barang elektronik digondol maling.

Tembok Dilubangi, Toko Elektronik di Boyolali Disatroni Maling, Kerugian Tembus Rp100 Juta

Sebuah toko elektronik di Jl Pandanaran, Boyolali, menjadi sasaran pencurian. Kejadian itu menyebabkan kerugian hingga sekitar Rp100 juta.

Meski Sudah Divaksin, Wali Kota Salatiga Terpapar Covid-19

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto terpapar Covid-19 meski telah menjalani vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac pada Februari lalu.

Perusahaan Perkebunan Serat Terbesar Hindia Belanda Ada Di Wonogiri Loh, Ini Lokasinya

Perusahaan perkebunan serat yang memproduksi tali tambang kapal, karung goni, dan lain-lain pada masa Hindia Belanda ada di Wonogiri.

Tempe Bacem Kaleng Magelang Melintasi Melintasi Pasar Dunia

Usaha menengah kecil dan mikro di Kabupaten Magelang terus berinovasi, salah satunya pengrajin tempe dalam kaleng yang justru diminati pasar luar negeri.

Covid-19 Varian India di Kudus, Ini Langkah Gubernur Ganjar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta sejumlah pemerintah kabupaten di Jateng mencanangkan gerakan di rumah saja.

2 SMKN Jogja Ini yang Masuk Top 1.000 Sekolah Terbaik

Jogja punya sekolah menengah kejuruan negeri terbaik yang bisa lolos dalam Top 1.000 sekolah terbaik nasional berdasarkan nilai rerata TPS UTBK tertinggi pada tahun 2020.

Braak, Sepeda Motor Terjepit Seusai Tabrak Bus BST Dekat Flyover Purwosari Solo 

Kecelakaan lalu lintas antara Bus BST dan sebuah sepeda motor terjadi di Jl. Slamet Riyadi atau sisi timur Flyover Purwosari pada Minggu (13/6/2021)

Solo Uji Coba Angkutan Bus Listrik dan Bus Low Deck, Lewat Koridor Mana?

Bus listrik dan bus low deck segera diuji coba di jalanan Kota Solo, rencananya angkutan feeder juga akan diganti mobil bertenaga listrik.

Tradisi Memanggil Jin di Daerah Ini Jadi Atraksi Wisata

Tarian yang berisi tradisi memanggil jin ini telah menjadi bagian dari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.

Tanpa Lelah, Petugas Rutin Sterilisasi Asrama Haji Donohudan Boyolali

Sterilisasi kawasan Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, terus dilakukan untuk menekan potensi persebaran Covid-19.

Tahu Bakso, Kudapan Khas Ungaran yang Bikin Nagih

Selain dikenal dengan lumpia dan juga bandeng presto, Semarang juga memiliki jajanan khas, yaitu tahu bakso yang aslinya berasal dari Kota Ungaran.