Ilustrasi siswa SMK. (Dok)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah guru SMK di Solo menilai Jurusan Administrasi perlu dipertahankan karena lulusannya masih diminati industri. Mereka keberatan dengan wacana penghapusan Jurusan Administrasi SMK.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mempertimbangkan penghapusan Jurusan Administrasi SMK. Argumentasinya adalah kebutuhan tenaga administrasi bisa diisi lulusan dari jurusan lain. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi. Dia mengatakan berdasarkan data dari kementerian, ada beberapa jurusan SMK yang perlu dievaluasi.

Evaluasi untuk mempertimbangkan penutupan jurusan atau membuatnya selaras dengan kebutuhan dunia kerja. "Jurusan yang perlu dievaluasi adalah jurusan yang bisa diisi anak lulusan lain. Misalnya jurusan Administrasi, tidak harus lulusan SMK juga bisa," kata dia dalam pembukaan Lembaga Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2019 di Sportorium UMY, Senin (8/7/2019).

Berdasarkan data, terdapat 1.250.000 siswa Jurusan Administrasi. Diperkirakan dari jumlah sebanyak itu, lahir 300 lulusan yang tidak lebih dari 50% terserap di dunia kerja.

"Kalau Pemda tidak berani mengevaluasi atau menutup, maka dibutuhkan jurusan baru yang dibutuhkan dunia kerja. Kalau tidak dilakukan, maka tidak nyambung antara kebutuhan dan permintaan," terang lelaki yang juga Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud tersebut.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 6, Retno Palupi, mengatakan lulusan SMK administrasi perkantoran masih dibutuhkan di beberapa perusahaan. "Perusahaan ada yang membutuhkan tenaga administrasi,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di SMKN 6 Solo, Kamis (11/7/2019).

Banyak lulusan Jurusan Administrasi Perkantoran di SMKN 6 Solo yang mendapatkan pekerjaan. Retno membantah lulusan SMK, khususnya Jurusan Administrasi Perkantoran, menambah jumlah pengangguran di Indonesia. "Daripada menghapus jurusan itu, lebih baik diperbaiki. Pemerintah tidak perlu membuka jurusan baru. Misalnya siswa diajarkan mengenai digitalisasi pengarsipan. Zaman sudah modern, pengarsipan manual tidak diperlukan lagi,” kata dia.

Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta. Daripada membuka jurusan baru di SMK, lebih baik memperbaiki jurusan yang ada.

“Kita hidup di zaman modern, semuanya serba digital. Untuk SMK Jurusan Administrasi sebaiknya diberikan sentuhan digital. Misalnya guru dan siswanya nantinya diberikan pelatihan pengarsipan digital. Jadi kita bisa mencari data hanya mencari menggunakan keyword A, misalnya. Nanti data yang berkaitan akan keluar secara otomatis,” ujar dia.

Suyanta mengatakan jurusan yang bersentuhan dengan teknologi informasi (TI) diminati siswa baru. Siswa baru menganggap jurusan yang bersentuhan dengan IT selalu kekinian. Sekolah juga harus pintar mengolah SDM agar para siswa mampu bersaing di lapangan kerja.

"Saya yakin Jurusan Administrasi masih dibutuhkan. Lulusan SMK bisa selalu diterima di dunia kerja. Ada banyak SMK yang belum memiliki partner dengan dunia usaha dunia industri [DUDI]. Kondisi tersebut tidak boleh terjadi karena prinsip SMK adalah berlatih. Dengan demikian siswa SMK siap terjun ke dunia kerja,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten