Kemenag Klaim Kecolongan, 13 Anggota Jemaah Umrah Indonesia Positif Covid-19
Menteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020). (Antara-Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Agama Fachrul Razi mengakui pihaknya kecolongan pada dua gelombang pertama dan kedua umrah pada masa pandemi Covid-19 pada awal November. Arab Saudi berang setelah jemaah umrah Indonesia terdeteksi positif Covid-19 dan melakukan evaluasi secara tegas,

Pengakuan itu disampaikan Menag Fachrul Razi saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Rabu (18/11/2020). "Saya bisa katakan yang pertama dan kedua kita relatif kecolongan. Tapi ketiga sudah mulai lebih baik. Mudah-mudahan tidak terjadi kecolongan, kalau kecolongan terus ya kebangetan," kata Menag.

Dia mengatakan evaluasi pelaksanaan umrah di tengah pandemi menjadi perhatian utamanya. "Ini nama baik bangsa, nama baik Indonesia untuk kelanjutan haji umrah, maka kami mesti turun tangan langsung dalam kaitan mengawasi ketertiban [haji/umrah]," ujarnya.

Astronom Klaim Temukan Kembaran Bulan di Balik Mars

Setelah Arab Saudi membuka pelaksanaan umrah untuk jemaah internasional, terdapat tiga gelombang keberangkatan umrah yang dilakukan. Nyatanya, dari tiga gelombang keberangkatan umrah pada November 2020, terdapat 13 warga Indonesia dinyatakan positif Covid-19 pada saat karantina di hotel di Mekkah.

Sebanyak 13 orang jemaah umrah Indonesia yang positif Covid-19 itu terdiri atas delapan orang pada gelombang pertama dan lima orang pada gelombang kedua. Tidak ada jemaah umrah yang terkonfirmasi positif dari gelombang ketiga.

Tiga Dikembalikan

"Dari 13 orang yang positif, tiga di antaranya sudah kembali ke Indonesia, 10 orang masih karantina di Arab Saudi," kata Menag.

Perlu diketahui, terdapat banyak calon jemaah umrah Indonesia yang gagal berangkat pada hari keberangkatan ke Jeddah karena terbukti positif Covid-19.

Jitu Selamatkan Hubungan dari Ancaman Medsos

Pertama, gelombang 1 November 2020 sebanyak 224 jemaah berangkat dari 25 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah. Dalam gelombang ini, terdapat 65 orang gagal berangkat dan 10 orang dinyatakan positif Covid-19 di Indonesia.

Kedua, gelombang 3 November 2020 sebanyak 89 jemaah dari 10 PPIU. Terdapat sembilan orang positif Covid-19.

Ketiga, gelombang 8 November 2020 memberangkatkan 46 jemaah dari sembilan PPIU. Sebanyak sembilan orang gagal berangkat lantaran tujuh orang positif Covid-19 dan dua orang belum terbit bukti tes usap atau swab test pada saat keberangkatan.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom