Kemenag Karanganyar Imbau Salat Id di Rumah, Tak Sejalan dengan Bupati?
Salat Id Saat Pandemi (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar tetap mengimbau masyarakat melaksanakan Salat Id di rumah masing-masing.

Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar, Wiharso,menyampaikan hal itu saat ditanya perihal rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menyelenggarakan Salat Id di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar.

Wiharso enggan memberikan komentar tentang rencana Salat Idulfitri di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar selama masa pandemic Covid-19. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bakal bertindak sebagai imam dan khatib dalam salat tersebut.

Mayat Pria Tersangkut Sampah di Bengawan Solo, Ternyata Warga Sragen yang Hilang 4 Hari

"Saya tidak berkomentar saja ya. Imbauan kami tetap melaksanakan Salat Id di rumah dengan keluarga inti," tutur Wiharso saat dihubungi Solopos.com, Jumat (22/5/2020).

Beberapa waktu lalu, Bupati Juliyatmono sempat menyampaikan bahwa Plt. Kepala Kantor Kemenag akan menjadi imam Salat Id di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. Tetapi, kemudian muncul informasi bahwa Wiharso tidak menyanggupi penunjukan tersebut.

"Perlu saya luruskan. Kepala Kantor Kemenag menjadi imam. Saya menarik diri. Mohon izin kepada Pak Bupati untuk tidak menjadi imam. Saya harus mengamankan SE Menteri Agama Nomor 6 tahun 2020. Sudah matur dengan beliau dan [Bupati] memahami posisi saya. Saya kan vertikal harus tegak lurus [perintah Menteri Agama]," ujar dia.

Hotel di Solo Banting Harga Kamar, Biasanya Jutaan, Kini Rp200.000-an

Di sisi lain, Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar tetap berupaya mengumpulkan informasi penyelenggara Salat Id di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Informasi Imam Salat Id

Pada tahun-tahun sebelum, menurut Wiharso, takmir masjid akan menyampaikan rencana menyelenggarakan Salat Id di lokasi tertentu. Bahkan informasi dilengkapi dengan imam dan khatib Salat Id.

"Biasanya H-3 atau H-4 Lebaran itu mereka sudah melaporkan lokasi, imam, dan khotib. Tahun lalu masyarakat di perkotaan memberitahu jemaah ini menyelenggarakan ibadah di depan Gedung DPRD, Gedung Wanita, Masjid Al Mukarromah Karanganyar. Mereka secara sadar melaporkan diri. Nah saat ini sampai sekarang [Jumat] belum ada yang proaktif melapor," ujar dia.

Disimak Lur, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sragen Berbagi Tips agar Lekas Pulih

Sebelumnya, keputusan Juliyatmono tetap mengadakan Salat Id di Karanganyar ditanggapi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar meminta bupati dan wali kota di Jawa Tengah satu suara soal pelaksanaan Salat Id.

Juliyatmono berharap perbedaan pendapat antara dirinya dengan Ganjar Pranowo perihal pelaksanaan salat Id di tanah lapang, masjid, maupun musala tidak dipertentangkan. Dia memahami kondisi saat ini pandemi Covid-19.

Saat kebijakan tersebut dikeluarkan, Yuli, sapaan akrabnya, mengaku sudah mempertimbangkan banyak aspek.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho