Tutup Iklan

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

 Kondisi lahan yang pakai untuk ruang terbuka hijau di Kampung Ngablak, Kelurahan Kroyo, Sragen, Minggu (10/1/2021). Pemerintah Kabupaten Sragen mulai menanam bibit tanaman secara bertahap pada lahan tersebut. (Istimewa/Hartatmo)

SOLOPOS.COM - Kondisi lahan yang pakai untuk ruang terbuka hijau di Kampung Ngablak, Kelurahan Kroyo, Sragen, Minggu (10/1/2021). Pemerintah Kabupaten Sragen mulai menanam bibit tanaman secara bertahap pada lahan tersebut. (Istimewa/Hartatmo)

Solopos.com SRAGEN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen berupaya untuk memenuhi target ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30% sesuai rencana detail tata ruang kawasan perkotaan. Jumlah RTH di Sragen saat ini masih jauh di bawah target.

Salah satu upaya tersebut adalah menambah RTH seluas 2,8 hektare di Kampung Ngablak, Kelurahan Kroyo, Sragen, akhir tahun lalu. Saat ini DLH masih menyiapkan bibit tanaman untuk RTH di Ngablak tersebut.

“Kami berencana untuk menanam pohon, tanaman keras. Sekarang kondisinya masih tegalan meskipun ada pohon jati di pinggirnya. Bupati sudah menanam sekitar 500 bibit pohon,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup DLH Sragen, Hartatmo, kepada Solopos.com, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

DLH Kabupaten Sragen melakukan pembibitan tanaman keras di kawasan Karangudi. Bibit tanaman yang siap akan dipindah secara bertahap oleh petugas ke Kampung Ngablak.

Menurut dia, Sragen telah memiliki tujuh hutan kota. Ketujuh hutan kota itu yakni dua lokasi di Kelurahan Plumbungan, Sragen Harmoni Hijau, Hutan Kota di Kroyo, Kawasan Technopark, Hutan Kota Karangtengah, dan Hutan Kota Ngoncol.

Hartatmo mengatakan hasil pengukuran proporsi RTH publik di Sragen terakhir sebanyak 11%. Sedangkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.05/PRT/M/2008 tentang pedoman penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan mengatur proporsi RTH publik 20%.

Baca Juga: Duh, Masih Ada Ponpes di Sragen yang Emoh Ikut Vaksinasi, Ini Alasannya

“Untuk pemilihan RTH enggak ada tantangan karena lahannya masih luas di Sragen. Nanti lama-lama bisa memenuhi dihitung semua se-kabupaten Sragen. Target [proporsi RTH] sampai tahun ini 5,9%,” jelasnya.

Peraturan Menteri Pekerjaam Umum No.5/PRT/M/2008 menjelaskan RTH di perkotaan terdiri dari RTH publik dan RTH privat. Proporsi RTH pada wilayah perkotaan adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% RTH publik dan 10% terdiri dari RTH privat.

Adapun jenis RTH, antara lain hutan kota, sabuk hijau, RTH jalur hijau jalan, RTH jalur pejalan kaki, RTH di bawah jalan layang, RTH fungsi tertentu, RTH sumber air, RTH pemakaman.


Berita Terkait

Berita Terkini

Baru Belajar Nyetir, Mobil Nyemplung Got di Depan SMPN 6 Sragen

Kecelakaan tunggal terjadi di Depan SMP N 6 Sragen di mana satu unit mobil terperosok ke got akibat sopirnya baru belajar menyetir.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.