Kembali Kritik Jokowi, Amien Rais Bicara Politik Belah Bambu hingga Koncoisme
Amien Rais kembali mengkritik Presiden Joko Widodo (Screenshot Youtube Amien Rais Official)

Solopos.com, JAKARTA - Politikus senior Amien Rais kembali mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Amien Rais melontarkan kritik soal demokrasi di era Jokowi hingga soal politik belah bambu.

Pernyataan Amien Rais diunggah dalam sebuah video di akun Instagram pribadinya, Rabu (12/8/2020). Unggahan itu diberi judul Bangsa Indonesia Dibelah.

Amien Rais menggambarkan kondisi demokrasi era Jokowi dengan politik belah bambu, yaitu demokrasi yang memihak salah satu kelompok dan menjatuhkan kelompok yang lain. Jokowi juga dinilai bermental koncoisme atau hanya mementingkan kelompoknya saja.

Ingat! Jelang 17-an, Pendaki Gunung Lawu Dibatasi 350 Orang Per Jalur Pendakian

 

Politik Belah Bambu

Amien Rais mengkritik demokrasi di zaman Presiden Jokowi. Menurut Amien Rais, demokrasi di era Jokowi bukan semakin baik, tapi semakin menjauh.

"Tidak berlebihan bila saya katakan hasil pembangunan politik di masa Pak Jokowi telah memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kecurigaan dan ketakutan terhadap umat Islam yang kritis dan korektif terhadap rezim begitu jelas kita rasakan. Kriminalisasi dan demonisasi, dan persekusi terhadap para ulama yang amar ma'ruf nahi munkar telah menjadi rahasia umum," ucap Amien Rais, Rabu (12/8).

Amien menggambarkan kondisi demokrasi era Jokowi dengan politik belah bambu. Yaitu, kata Amien, demokrasi yang memihak salah satu kelompok dan menjatuhkan kelompok yang lain.

Tawangmangu Segera Miliki SMA Negeri, Ini Tiga Lokasi yang Dilirik

"Sampai sekarang penyakit politik bernama partisanship itu tetap menjadi pegangan rezim Pak Jokowi dalam menghadapi umat Islam yang kritis, terhadap kekuasaannya. Para buzzer bayaran, dan para jubir Istana di berbagai diskusi atau acara di banyak stasiun televisi semakin menambah kecurigaan banyak kalangan terhadap politik Jokowi yang beresensi politik belah bambu. Menginjak sebagian dan mengangkat sebagian yang lain," ujar pendiri dan Ketua Umum PAN itu.

 

Mental Koncoisme

Amien Rais menilai Jokowi hanya mementingkan sebagian kelompok dan abai kepada kelompok lain. Dia mengistilahkan sikap itu sebagai koncoisme. “Konco” dalam bahasa Jawa berarti teman.

"Sebagai Presiden, seharusnya Pak Jokowi berpikir, bekerja dan terus berusaha agar tidak menjadi pemimpin partisan membela sekitar separuh anak bangsa. Tetapi menjauhi bahkan kelihatan memusuhi, bahkan separuh anak bangsa yang lain," ujar Amien Rais.

Mau Ajukan Bansos? Pelaku Usaha Karanganyar Wajib Punya Izin UKM, Rekening Tabungan, dan Bikin Pernyataan

"Politik partisan semacam ini tidak bisa tidak, cepat atau lambat membelah bangsa Indonesia. Tidak boleh seorang presiden terjebak pada mentalitas koncoisme," lanjutnya.

 

Kekuatan Anti-ketuhanan Makin Beringas

Amien Rais menilai Indonesia makin meredup. Amien mengatakan ada kekuatan anti-ketuhanan yang semakin beringas.

"Saya lihat dan cermati bahwa dalam pergaulan antarbangsa, dewasa ini Indonesia yang kita cintai bersama semakin tidak bersinar, malahan menurun, semakin meredup," kata Amien Rais.

Mantap! 12 Pendekar Lembah Lawu Deklarasi Jaga Kamtibmas di Karanganyar

"Kekuatan anti-ketuhanan nampak semakin beringas dan berani. Kemanusiaan kita bisa dikatakan cenderung menjadi kemanusiaan agak zalim dan tidak lagi beradab," tambah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.

Dia menyebut Indonesia bisa hancur bila rezim tidak menghindari politik adu domba. Menurutnya, saat ini rakyat kecil belum merasakan keadilan sosial.

"Persatuan Indonesia semakin goyah karena politik rezim tidak memiliki kesadaran bahwa politik adu domba antarkekuasaan sosial politik dengan harapan rezim penguasa semakin kuat dan stabil justru dapat menghancurkan bangsa seluruhnya," ujar Amien Rais.

Bea Cukai Jateng-DIY Ungkap Rokok Ilegal Berselimutkan Cabai dan Kerupuk

"Kerakyatan kita cenderung membuang hikmah serta keunggulan prinsip permufakatan, permusyawaratan, dan perwakilan. Mayoritas rakyat kecil kita belum merasakan keadilan sosial bagi seluruh bangsa tetapi lebih sering menderita kezaliman sosial dari mereka yang berkuasa dan berharta," tambah mantan Ketua MPR itu.

Sumber: Detikcom



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom