Kembali Dilonggarkan, Hajatan di Solo Boleh Undang 50 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melonggarkan aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada pekan ini.

 Ilustrasi hajatan. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan. (Antara)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melonggarkan aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada pekan ini. Hajatan pernikahan yang semula hanya boleh mengundang 20 orang, kini diperbanyak menjadi maksimal 50 orang.

Namun, syarat swab antigen negatif bagi pasangan pengantin dan keluarga, termasuk wali dan saksi tetap diwajibkan. Pelonggaran lainnya adalah pelaksanaan kompetisi sepak bola, meski tanpa penonton.

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, mengatakan secara aglomerasi, Solo masih PPKM Level 3 namun apabila ditilik dari penurunan kasusnya sudah bisa dikatakan Level 2.

Baca Juga: Pemkot-Keraton Solo Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 Sasar Abdi Dalem, Pelajar, dan Umum

“Kalau bicara aglomerasi, Solo masih Level 3. Tetapi kalau secara G to G (government to government), Solo, bersama Boyolali dan Karanganyar itu Level 2,” kata dia, kepada wartawan, usai rapat evaluasi PPKM di Balai Kota, Senin (20/9/2021).

“Sementara kami menyiapkan SE [Surat Edaran] masuk Level 2. Di dalamnya ada kelonggaran. Tetapi intinya diharapkan semua kelonggaran itu harus difasilitasi dengan aplikasi Peduli Lindungi,” lanjut Teguh.

Teguh menjelaskan pelonggaran hajatan tersebut hanya sebatas penambahan jumlah undangan. Pemkot tetap melarang warga menggelar hajatan di rumah. Sehingga, mereka tetap harus melaksanakannya di gedung pertemuan, maupun hotel.

Ia kemudian menyebut penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke Pasar Klewer. Penunjukan itu disampaikan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Salah satu alasan penunjukan adalah banyaknya pengunjung yang berasal dari luar daerah. Mereka bisa jadi belum mendapatkan vaksin, sehingga pelacakan kondisi dilakukan memakai aplikasi tersebut.

Baca Juga: Anggota DPR Soroti Kelemahan Sistem Pendidikan Tanah Air

“Kami juga harus menyiapkan perangkatnya, internet harus lancar terus agar pengunjung tidak terkendala. Jangan sampai mereka tidak jadi masuk karena kendala itu. Pengunjung luar kota kan mendatangkan pendapatan untuk Pemkot Solo. Kendalanya, enggak semua pengunjung punya aplikasi itu. Pedagang juga belum tentu punya,” ungkap Teguh.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Jumlah petani di Jaten, Karanganyar, yang menggunakan air sumur submersibel (sibel) dinilai terlalu banyak sehingga mengancam ketersediaan air tanah.

Operasi Pangan Murah dan Gratis Digelar di Masjid Al Falah Sragen

Operasi Pangan Murah dan Gratis ini digelar di Masjid Raya Al Falah Sragen untuk meringankan beban masyarakat setelah dihantam pandemi Covid-19 selama lebih dari satu tahun.