Kembali Dibuka di Tengah Pandemi Covid-19, Ketjeh Resto Klaten Langsung Diserbu Pengunjung
Suasana di Ketjeh Resto Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Selasa (26/1/2021). Pemkab Klaten mulai memberikan kelonggaran ke pengelola objek wisata untuk membuka usahanya di saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Klaten tahap II. (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Sejumlah pengunjung dari Klaten dan sekitarnya langsung menyerbu beberapa objek wisata di Polanharjo, Selasa (26/1/2021), termasuk Ketjeh Resto. Hal itu bersamaan menyusul dibukanya wisata tirta oleh Pemkab Klaten.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, di antara lokasi yang diserbu pengunjung, yakni Ketjeh Resto Wangen dan Umbul Besuki Ponggok di Kecamatan Polanharjo, Klaten. Di Ketjeh Resto, mulai dibuka secara resmi, Selasa (26/1/2021). Sedangkan di Umbul Besuki sebenarnya belum dibuka resmi. Namun, beberapa pengunjung tetap mendatangi lokasi tersebut.

“Kami memang sudah siap membuka restoran hari ini. Kami buka mulai pukul 10.00 WIB. Hingga pukul 12.00 WIB, sudah ada 100-an pengunjung. Saat ini, kami batasi jumlah pengunjung seperti itu. Ini terkait dengan pembatasan jumlah pengunjung di tengah pandemi Covid-19. Kapasitas di sini mencapai 400 orang,” kata Manager Ketjeh Resto Wangen, Fathul Hidayat alias Yayat, saat ditemui Solopos.com, di Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: Jalan ke Resor Pribadi, Gajah Dibakar Hidup-hidup

Yayat mengatakan manajemen Ketjeh Resto Wangen mewajibkan setiap pengunjung untuk menaati protokol kesehatan. Hal itu seperti wajib memakai masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan pakai sabun. Protokol kesehatan itu juga wajib ditaati manajemen.

“Setiap pengunjung yang masuk juga harus diperiksa suhu tubuhnya. Di tengah pandemi Covid-19 ini, mungkin banyak yang jenuh atau bosan gara-gara stay at home. Kami pun sempat tutup awal tahun dan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap I. Sesuai rencana, besok kami buka pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB,” kata Yayat.

Salah seorang pengunjung, Lina Dwi Kartika, 24, mengatakan memilih mengunjungi Ketjeh Resto Wangen karena di lokasi tersebut menawarkan konsep restoran yang berbeda. Di lokasi tersebut, dirinya bisa menyantap makanan di atas aliran air.

Di sisi lain, dirinya tetap menaati protokol kesehatan. “Di sini pemandangannya bagus. Menu masakannya juga enak,” kata warga asal Klaten itu.

Umbul Segera Buka

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Junaedi Mulyono, mengatakan objek wisata tirta di daerahnya masih ditutup meski di PPKM tahap II sudah diperbolehkan dibuka.

“Kami belum siap membuka objek wisata tirta. Soalnya harus disiapkan semuanya. Mungkin, pembukaan Umbul Ponggok dibuka, Sabtu mendatang. Meski seperti itu, sudah ada beberapa pengunjung dari warga sekitar yang sudah ke umbul kami, tapi di Umbul Besuki. Mereka belum ditarik biaya saat ini,” katanya.

Salah seorang pengunjung Umbul Besuki, Indra Tunggal Apriyanto, 16, mengatakan sudah bosan berdiam diri di rumah selama masa pandemi Covid-19.

“Saya sudah lama tidak berenang di umbul. Hari ini main ke Umbul Besuki Ponggok. Ternyata bisa untuk berenang. Saat datang tadi, saya tetap memakai masker. Saat berenang, masker saya copot,” katanya.

Baca Juga: Pantaskah Chelsea Depak Frank Lampard? Ini Statistik dan Prediksi Penggantinya

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mulai meneken surat edaran (SE) No. 360/067 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM untuk Pengendalian Persebaran Covid-19 di Klaten, Senin (25/1/2021). Pembukaan objek wisata tercantum di poin E nomor 9.

“Seluruh objek wisata di Klaten, baik yang dikelola pemerintah, BUMN, BUMD, BUMDesa, swasta, masyarakat berupa wisata alam, wisata tirta, wisata religi, wisata budaya/sejarah, dan wisata buatan melakukan pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dan jam operasional sampai dengan pukul 15.00 WIB,” kata Sri Mulyani.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom