Kematian Akibat Covid-19 Sragen Bertambah, 3 Pasien Suspek Meninggal Ternyata Positif
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, SRAGEN -- Data kasus kematian akibat Covid-19 di Sragen bertambah tiga orang pada Rabu (12/8/2020) dari sehari sebelumnya enam orang menjadi sembilan orang.

Tambahan tiga kasus kematian itu dari tiga pasien suspek yang meninggal dunia sebelum tes swab mereka keluar. Hasil tes swab tersebut keluar pada Rabu dan ternyata positif Covid-19.

Ketiga warga yang meninggal akibat Covid-19 tersebut yakni S, 50, laki-laki, warga Sidoharjo, Sragen; KWS, 85, laki-laki warga Sambirejo; dan S, 50, laki-laki asal Gemolong.

Wali Kota Solo Soal Peristiwa Kekerasan di Mertodranan: Ini Yang Terakhir!

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr Hargiyanto, saat dihubungi Solopos.com, Rabu sore, menjelaskan riwayat kasus kematian tiga warga akibat Covid-19 di Sragen itu.

S yang berasal dari Patihan, Sidoharjo, merupakan pelaku perjalanan (PP) dari Jakarta yang pulang ke Sragen pada 27 Juli lalu. Menurut Hargiyanto, S pernah kontrol kesehatan tiga kali di Jakarta.

Keluhan Lemas

Pada 1 Agustus lalu, kata Hargiyanto, S masuk ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dengan keluhan lemas. Dia mengatakan S memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus dan hipertensi.

Kisah J, Pengawas SMP Solo Yang Positif Covid-19: Saya Terkejut Dan Sempat Down!

Setelah menjalani perawatan, ujar dia, S meninggal dunia pada 8 Agustus lalu. Kasus kematian selanjutnya akibat Covid-19 di Sragen yakni KWS yang sudah lanjut usia itu.

Awalnya, KWS masuk Puskesmas Sambirejo pada 8 Agustus malam dengan keluhan batuk dan sejak napas. Kemudian pada hari berikutnya, 9 Agustus, KWS meninggal dunia di puskesmas.

Jenazahnya kemudian dikirim ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen untuk diambil specimen tenggorokan dan hidung untuk kepentingan swab test.

Belajar Dari Karanganyar, PKS Percaya Masih Ada Peluang Kejutan Last Minutes di Pilkada Solo 2020

Pada kasus kematian terakhir akibat Covid-19 di Sragen, yakni S, warga Gemolong, diketahui memiliki riwayat PP dari Jakarta. Pada 8 Agustus lalu, S sempat sakit di Jakarta dengan keluhan panas, batuk, dan sesak napas.

"Sesampainya di Sragen langsung masuk ke RS Kasih Ibu Solo. Kemudian pada Senin [10/8/2020] lalu, S ini meninggal dunia pada pukul 13.00 WIB. Kasus itu masih dalam proses tracing,” jelas Hargiyanto.

Tambahan 1 Kasus Positif

Selain tiga kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal sebelum hasil swab keluar itu, Hargiyanto mengatakan ada tambahan satu kasus terkonfirmasi asal Pendem, Sumberlawang. Dia laki-laki , W, 72, dan sekarang dirawat di RS UNS Solo.

Pelajar Sukoharjo Kesulitan Belajar Online? Tenang, Ada Wifi Gratis di Semua Koramil

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKK Sragen, dr Sri Subekti, menambahkan tiga kasus kematian akibat Covid-19 itu sudah dilakukan swab test semua dan hasil swab test tersebut baru keluar, Rabu.

Dia mengatakan pasien S, Gemolong, dilakukan swab test pada 10 Agustus lalu. “Kasus S asal Sidoharjo itu sebelumnya pasien suspect di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Sementara KWS yang asal Sambirejo itu meninggal dunia di Puskesmas Sambirejo dan kemudian dibawa ke RSUD Sragen untuk swab,” katanya.

Kisah Tragis Dokter RSUD Moewardi Solo: 3 Generasi Keluarganya Positif Covid-19, Salah Satunya Meninggal

Bekti, sapaan akrabnya, menambahkan selain empat pasien terkonfirmasi ada juga satu pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, yakni perempuan, SM, asal Gondang.

Sebagai hasil tindak lanjut tracing yang dilakukan Selasa (11/8/2020), Bekti mengungkapkan DKK melakukan swab test terhadap 23 orang di Technopark Ganesha Sukowati Sragen.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom