Tutup Iklan
Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Tertinggi, Gugus Tugas: Cari Tahu Sebabnya!
Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. (Antara/Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat angka kematian Covid-19 di Provinsi Jawa Timur atau Jatim tertinggi secara nasional. Padahal, sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim tren kasus Covid-19 di Surabaya menurun.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Provinsi Jawa Timur melaporkan penambahan 9 kasus kematian akibat Covid-19. Dengan demikian total kasus kematian di provinsi tersebut mencapai 750 kasus sampai dengan hari ini, Rabu (24/6/2020).

Pengakuan Pengguna SKD Palsu PPDB Jateng: Kadesnya Saudara, Pak!

“Hari ini Provinsi Jawa Timur mencatatkan angka penambahan kasus positif [ Covid-19 ] tertinggi yakni sebanyak 183. Dan yang sembuh sebanyak 80 orang,” kata Juru Bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, pada Rabu (24/6/2020).

Malahan, menurut laporan infocovid19.jatimprov.go.id, persentase pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal di Provinsi Jawa Timur mencapai 1.159 kasus. Itu sama dengan sekitar 12,09 persen dari keseluruhan PDP yang berjumlah 9.587 orang.

Covid-19 di Grobogan Tambah 2 Kasus, 16 Kecamatan Zona Merah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa tren kasus Covid-19 di Surabaya menurun, meski bukan angka Jatim. Risma menyampaikan hal itu dalam dialong Zona Risiko Tinggi: Bagaimana Beradaptasi? yang digelar  Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Selasa (23/6/2020).

Risma menyebut tren penurunan kasus virus Corona itu berdasarkan rapid test yang digelar di tingkat kampung. Semula, katanya, hasil rapid test 300 orang reaktif, tapi saat ini menurun menjadi 200 orang.

Salah Tulis Salatiga Jadi Salahtiga, Penghargaan Kemendagri Direvisi

Penurunan ini membuat rapid test Covid-19 Surabaya, Jatim, bergeser dari kampung ke komunitas. Rapid test tak hanya dilakukan di tingkat kampung, tapi juga di pasar, mal, industri, dan tempat ibadah untuk memutus rantai penularan virus corona.

Rapid Test

Risma menyebut, awalnya Pemkot Surabaya hampir sebulan dibantu Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menggelar rapid test Covid-19. Kini, seiring dengan tren menurun, BIN sudah tidak lagi menggelar rapid test.

2 Jenazah di Surabaya Tertukar, Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Meski ada penurunan kasus Covid-19, ujarnya, Pemkot Surabaya Jatim, tetap menggelar rapid test secara konsisten.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta Jawa Timur lebih fokus membuat kajian dan memetakan pemicu tingginya angka kematian itu.

Diduga Pakai SKD Palsu, 1.007 Calon Siswa Cabut Berkas PPDB Jateng

Menurut dia, kajian dan pemetaan akan menjadi dasar awal untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan.

"Perlu dilakukan kajian yang menjadi penyebab utamanya," ujar Doni di sela menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 dengan Forkopimda Jatim di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (23/6/2020), dilansir Suara.com.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho