Pengunjung tengah berfoto di Sabana Rawa Pening, Sabtu (13/10/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Musim kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah di Jawa Tengah (Jateng) rupanya menghadirkan fenomena alam baru. Fenomena ini bahkan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

Sebagian besar area Rawa Pening telah mengalami pendangkalan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Seperti yang terjadi di Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang. Musim penghujan yang tak kunjung tiba membuat air di danau seluas 2.670 hektare itu menjadi surut.

Pendangkalan itu pun memunculkan sabana atau padang rumput yang luasnya mencapai 2 hektare di Rawa Pening. Hamparan rumput yang luas pun menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung di danau yang menghadirkan panorama Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran itu.

Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati sabana baru di Rawa Pening itu. Ada yang sekadar berjalan kaki menyusuri luasnya hamparan rumput hingga berswafoto di beberapa spot di sabana baru itu.

Pengunjung tampak menyusuri hamparan rumput di Sabana Rawa Pening, Sabtu (13/10/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

“Keren, sabananya seperti di film-film luar negeri. Ditambah lagi pemandangan di sini cukup indah karena berlatar panorama gunung,” tutur Tama, warga Semarang, saat berbincang dengan Semarangpos.com di Rawa Pening, Sabtu (13/10/2018).

Tama mengaku tahu ada sabana di Rawa Pening dari media sosial. Ia pun penasaran dan mengajak teman-temannya berkunjung.

Untuk melihat hamparan rumput di sabana itu, Tama dan koleganya harus berjalan kaki cukup jauh dari lokasi parkir yang terletak di pintu masuk objek wisata Rawa Pening, Desa Sumurup, Kecamatan Tuntang.

Pertama-tama, ia harus menyusuri jembatan sepanjang kurang lebih dua kilometer. Sepanjang perjalanan di jembatan, pengunjung akan disajikan pemandangan panorama alam yang luar biasa dan juga aktivitas para nelayan.

Nelayan Rawa Pening tengah mencari enceng gondong, Sabtu (13/10/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Setelah menyusuri jembatan, pengunjung harus melintasi area persawahan yang hanya muncul saat Rawa Pening mengalami pendangkalan. Untuk menikmati Sabana Rawa Pening itu, pengunjung pun hanya dikenai biaya Rp2.000.

Baru dua bulan

Para pengunjung tengah menikmati panorama di Sabana Rawa Pening, Sabtu (13/10/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Terpisah, salah seorang warga sekitar, Budiono, mengatakan Sabana Rawa Pening merupakan fenomena alam yang tidak terjadi setiap tahun. Sabana itu muncul hanya karena musim kemarau tahun ini yang terbilang sangat panjang.

“Tahun lalu enggak ada sabana ini. Tahun-tahun sebelumnya juga belum pernah. Bisa dikatakan ini baru yang kali pertama. Ini saja [sabana] munculnya baru sekitar dua atau satu bulan yang lalu. Sebelumnya enggak ada,” ujar Budiono.

Kapal milik BBWS Pemali Juana bersiap mengeruk enceng gondok di Rawa Pening, Sabtu (13/10/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Budiono mengatakan hadirnya Sabana Rawa Pening menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Warga menjadi memiliki tambahan penghasilan seiring ramainya pengunjung.

“Ada beberapa warga yang berinisiatif menggelar tenda di lokasi untuk berjualan. Yah, sekadar untuk tambah-tambah penghasilan,” beber Budiono.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten