Ketua IPHI Klaten, Widodo Muktiyo, menuangkan air dari tangki ke ember warga saat penyerahan bantuan air bersih di Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom, Minggu (30/9/2018).(Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak enam desa di dua kecamatan di Kabupaten Bersinar sudah mengajukan dropping air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Klaten dalam beberapa waktu terakhir. Ke depan, jumlah pengajuan dropping air bersih dipekirakan terus meningkat menyusul puncak musim kemarau di Klaten berlangsung selama Agustus 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan masing-masing desa yang sudah mengajukan dropping air bersih, seperti Kendalsari (Kemalang), Sidorejo (Kemalang), Tegalmulyo (Kemalang), Temuireng (Jatinom), Socokangsi (Jatinom), Bandungan (Jatinom). Total air bersih yang di-dropping ke enam desa itu sudah mencapai 30 tangki dengan ukuran per tangki 5.000 liter.

Dropping air bersih kali pertama dilakukan ke Kendalsari akhir Mei mendatang. Jumlahnya berpotensi akan terus bertambah [desa yang mengajukan dropping air bersih]. Sebagai gambar, kami sudah memperoleh informasi salah satu desa di Trucuk ingin meminta air bersih [tinggal menunggu surat permohonan dari kepala desa (kades)],” katanya saat ditemui wartawan di Semangkak, Klaten Utara, Jumat (14/6/2019).

Sri Yuwana Haris Yulianta mengatakan BPBD Klaten menyediakan anggaran senilai Rp200 juta guna mendukung dropping air bersih. Berbekal dana seperti itu, BPBD Klaten dapat menyediakan 800 tangki.

“Jika anggaran itu dinilai masih kurang, masih ada dana siap pakai (DSP) senilai Rp539,3 juta. Semoga anggaran yang disediakan di awal [Rp200 juta] sudah cukup. Mengacu di tahun 2018, jumlah desa yang mengajukan dropping air sebanyak 23 desa di sembilan kecamatan dengan total pengiriman 748 tangki air,” katanya.

Sri Yuwana Haris Yulianta mengatakan Pemkab Klaten merespons berlangsungnya musim kemarau dengan menetapkan siaga bencana kekeringan. Hal itu berlangsung 1 Mei 2019-31 Oktober 2019.

“Posko darurat bencana kekeringan berada di kantor BPBD Klaten. Setiap pengiriman air bersih kami pusatkan di tempat ibadah atau tempat penampungan komunal,” katanya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, sudah mengeluarkan surat keputusan bernomor 360/684 tahun 2019 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Klaten. Dalam surat itu disebutkan, guna menghadapi potensi kekeringan tersebut, Sri Mulyani sudah menginstruksikan ke BPBD Klaten agar menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan mendukung dropping air bersih.

“Di antaranya mengaktifkan kembali pusat pengendali operasi menjadi pos komando tanggap darurat dan menyiapkan sumber daya yang berpotensi dikerahkan saat terjadi keadaan darurat bencana,” katanya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten