Keluarga Susul 2 Istri Ferry Anto di Pantai Baru Bantul
Ferry Anto saat masih menjadi pemain Persis Solo pada 2014. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Keluarga Ferry Anto Eko Saputro telah menyusul ke Bantul untuk memantau proses pencarian mantan pemain Persis Solo itu. Ferry dan putrinya dikabarkan hilang terseret ombak di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY, Kamis (20/6/2019) sekitar pukul 08.30 WIB.

Selain Ferry, anak bungsunya, Freya Fajrina Dwi Saputri, 7, juga belum ditemukan hingga saat ini. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Ferry Anto bersama Freya, Felicia (anak pertama Ferry), dan dua keponakannya berjalan di bibir Pantai Baru sekitar pukul 08.15 WIB.

Paman Ferryanto, Ipung Suparno, mengatakan dia mendengar kabar keponakannya itu mendapat musibah sekitar pukul 09.00 WIB. Kabar buruk ini diperoleh setelah mendapat informasi dari saudaranya.

“Yang ikut wisata ke Jogja ada delapan orang. Dari delapan orang itu lima di antaranya tersapu ombak laut selatan. Namun tiga orang berhasil mentas ke darat, Ferry dan anaknya yang kecil terbawa ombak,” ujar paman Ferry ini ketika ditemui sejumlah wartawan di kediaman Ferry di Kartasura, Sukoharjo, Kamis (20/6/2019) siang.

Menurut dia, anak Ferry yang besar buah perkawinan dengan isteri pertamanya Airohimah yaitu Felicia Safira Eka S dan dua keponakannya berhasil selamat dari terjangan ombak. Namun Ferry yang telah berhasil menyelamatkan putrinya yang besar ke daratan ganti mencoba menyelamatkan anak bungsunya yaitu Freya Fajrina Dwi Saputri, 7.

Namun Ferry yang coba mengejar putri satunya, Freya yang juga tersapu ganasnya ombak di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY ikut lenyap tak tentu rimbanya. Hingga Kamis petang belum ada kabar kepastian keberadaan mantan striker Persis Solo ini.

Ipung mengungkapkan saat ini keponakannya mempunyai dua istri dengan dua anak buah perkawinan dengan Aimah. Dia menjelaskan pada wisata kemarin istri pertama Airohimah dan istri kedua bernama Wulan semuanya ikut berwisata.

Namun setelah keluarga mendapat kabar musibah tersebut sejumlah anggota keluarga dan beberapa tetangga menyusul ke lokasi. Mereka berangkat sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan dua unit mobil.

Ipung mengisahkan meski rumahnya tak jauh dari rumah Ferry, tidak setiap hari bertemu. Dia mengatakan komunikasi terakhir dengan Ferry dilakukan sehabis Lebaran. Ketika itu keponakannya meminjam sepeda motor miliknya untuk suatu keperluan. “Kalau anaknya yang kecil, yang hilang ini ketika ketemu saya beberapa waktu lalu mengajak salaman dan cium tangan,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom