KELUARGA BERENCANA : Bupati Karanganyar Peroleh Penghargaan Manggala Karya Kencana
Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kiri) memberikan pengarahan kepada para kades terkait agenda pencairan dana desa tahap I 2016, di Pendapa Rumdin Bupati, Rabu (6/4/2016). (Kurniawan/JIBI/Solopos)

Keluarga berencana, Bupati Karanganyar memperoleh Manggala Karya Kencana.

Solopos.com, KARANGANYAR--Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana.

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKKBN) kepada sosok yang dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Kriterianya adalah komitmen pimpinan daerah, regulasi, alokasi dana dari pemerintah, capaian, dan lain-lain.

Namun, orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu tidak dapat menerima penghargaan secara langsung di Kupang pada Kamis (28/7/2016) malam. Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, kehabisan tiket penerbangan ke Kupang. Padahal penghargaan itu kali pertama diterima Bupati.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Karanganyar, Any Indrihastuti, menyampaikan sejumlah persyaratan lain pun harus dipenuhi untuk mendapatkan penghargaan itu.

"Minimal masa jabatan bupati dua tahun, anak 1 dan maksimal 2. Banyak persyaratan pendukung. Yang utama adalah komitmen pimpinan daerah dari awal perencanaan, anggaran, dan capaian kinerja," kata Any saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (30/7/2016).

Any mengungkapkan salah satu capaian yang paling mencolok selama dua tahun terakhir adalah jumlah akseptor metode operasi pria (MOP) atau vasektomi. Akseptor MOP sebanyak 25 orang pada tahun 2015. Jumlah itu meningkat pada 2016. BP3AKB mencatat akseptor MOP hingga Juli sebanyak 168 orang.

Yuli menargetkan sebanyak 260 akseptor MOP pada 2016. "Sebelum 2015 itu nol akseptor. Lalu Bupati membuat kebijakan, yaitu memberikan penghargaan kepada akseptor MOP. Setiap akseptor mendapat Rp1,5 juta dari APBD. Ada surat Bupati sebagai bentuk dukungan," ujar dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan capaian itu merupakan jerih payah yang telah dilakukan sejak sebelum menjadi orang nomor satu di Pemkab. Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, mengingat salah satu pidato yang dia sampaikan saat lomba pidato tentang Keluarga Berencana (KB) sekitar 1990.

"Baru sekali ini dapat [penghargaan]. Itu jerih payah sejak masih warga biasa dan masih bujangan. Lomba pidato isinya pembangunan melalui KB menuju keluarga kecil bahagia sejahtera," tutur dia saat ditemui wartawan Jumat (29/7/2016).

Yuli mengungkapkan KB tidak boleh dipahami dengan membatasi angka kelahiran. Menurut dia, konsep KB itu keluarga berkualitas, yaitu kualitas keluarga produktif dan perencanaan masa depan anak-anak. "Lebih dari dua silakan tapi terencana dengan baik. Tetapi, biasanya keluarga muda secara alamiah akan berpikir cukup 1 atau 2. Kalau pemerintah terus mendorong ke arah perbaikan kualitas keluarga maka derajat kehidupan masyarakat mengarah ke nyaman," ungkap dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom