Tutup Iklan

Keluar dari RSCM, Ba\’asyir Disebut Butuh Perawatan Penuh

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir telah rampung menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi. Dari pemeriksaan medis, Baasyir disebut seharusnya menjalani perawatan penuh di usia yang sudah 80 tahun.

Keluar dari RSCM, Ba\’asyir Disebut Butuh Perawatan Penuh

SOLOPOS.COM - Kuasa hukum Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra, bersama Abu Bakar Baasyir di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunung Sindur, Bogor, Jumat (18/1/2019). (Antara-Yulius Satria Wijaya)

Solopos.com, JAKARTA — Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir telah rampung menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi. Dari pemeriksaan medis, Baasyir disebut seharusnya menjalani perawatan penuh di usia yang sudah 80 tahun.

Ba’asyir menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan hingga 6 jam. Dilaporkan Suara.com, Ba’asyir keluar dari Gedung Kencana RSCM sekitar pukul 16.00 WIB. Baasyir keluar secara diam-diam dari pintu samping gedung tanpa sepengetahuan awak media dan langsung dibawa dengan menggunakan mobil Avanza hitam berpelat polisi warna merah F 1196 G.

Meaty, tim dokter medis dari Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) mengungkapkan Baasyir dibolehkan kembali ke lembaga pemasyarakatan (LP) lantaran penanganannya kesehatan yang dijalaninya telah selesai. Meski demikian, Meaty mengungkapkan kondisi terkini Abu Bakar Ba’asyir semestinya harus mendapatkan perhatian penuh dari tim medis.

“Kami menghormati itu walaupun sebenarnya dalam posisi sekarang Ustaz Abu harus dalam perhatian penuh oleh tim medis, sangat penuh,” tuturnya.

Meaty mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, Baasyir mengalami penipisan bantalan di daerah lututnya. Karena itu, Baasyir pun sulit berjalan dan kerap mengeluhkan rasa sakit di kedua kakinya itu.

Untuk itu, Meaty mengatakan Abu Bakar Baasyir diperlukan melakukan perawatan fisioterapi. Setidaknya, kata Meaty minimal tiga kali dalam satu pekan. “Jadi menurut kami dari pihak medis Ustaz Abu memang dengan umur segini juga harusnya udah home care,” ungkapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari.