Tutup Iklan
Muhammad Thoyibin menunjukkan foto putra keduanya, Muhammad Asadulloh Alkhoiri, 19, yang meninggal dunia seusai dilempar batu oleh rombongan tak dikenal, Minggu (20/1/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SLEMAN -- Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya https://bola.solopos.com/read/20190123/496/967045/polisi-tangkap-7-pelempar-batu-yang-tewaskan-suporter-pss-asal-klaten" target="_blank" rel="noopener">menangkap tujuh orang terduga pelaku pelempar batu yang menewaskan  Muhammad Asadulloh Alkhoiri, suporter PSS Sleman asal Jatinom, Klaten, Sabtu (19/1/2019) lalu. Mereka masih berusia muda, bahkan ada yang diciduk polisi di sekolahnya.

Aksi pelemparan batu itu dilakukan terhadap korban yang sedang dalam perjalanan pulang dari menonton pertandingan PSS Sleman vs Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Saat itu, para pelaku yang berada di jalan Solo-Jogja melempar batu ke arah korban yang melaju di jalur Jogja-Solo, tepatnya di Kalasan.

"Beberapa hari yang lalu ada kejadian yang menewaskan suporter di daerah kalasan. Alhamdulillah sudah terungkap dan sudah kami tangkap," kata Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri sesuai peresmian Gedung Satpas di Mapolres Sleman, Rabu (23/1/2019).

Dari tujuh orang tersebut, kata Kapolda, masih kategori usia muda, bahkan ada juga yang masih berstatus pelajar. "Untuk pelaku yang di bawah umur. Ada undang-undang sistem peradilan pidana anak. Ancaman lebih dari tujuh tahun boleh dilakukan tindakan dengan terukur. Penyidik khusus anak dan tahanannya anak," kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi mengatakan saat ini anggota Polres Sleman masih dilapangan untuk mengembangkan peristiwa ini. "Kemungkinan masih ada pelaku lain," ucap dia.

Dia juga mengonfirmasi dari tujuh pelaku yang ditangkap itu, ada beberapa pelaku yang masih berusia di bawah umur. "Bahkan ada yang kami jemput dari sekolahnya," kata dia.

Diberitakan Solopos.com, seorang anggota Sleman Fans bernama https://bola.solopos.com/read/20190120/499/966361/korban-tanpa-atribut-ini-kronologi-penyerangan-suporter-usai-laga-pss-vs-persis" target="_blank" rel="noopener">Muhammad Asadulloh Alkhoiri, 20, asal Klaten, meninggal dunia akibat terkena lemparan batu oleh kelompok tak dikenal saat pulang ke melewati jalan Jogja-Solo, tepatnya di Kalasan, Sleman. Korban mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito, Sleman, Sabtu (19/1/2019) malam.

Sebelumnya, korban dan adiknya, Muhammad Aflah Almanshurin, 15, berboncengan mengendarai sepeda motor dan berangkat sekitar pukul 12.30 WIB untuk menonton laga persahabatan PSS Sleman-Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Saat kejadian, korban dan adiknya dalam perjalanan pulang ke Klaten dengan posisi korban di depan mengemudikan sepeda motor.

Saat itu, mereka berada di belakang rombongan suporter Persis Solo, Pasoepati, yang juga dalam perjalanan pulang ke arah Solo. Sekitar pukul 19.30 WIB di ruas jalan Jogja-Solo, tepatnya di Kalasan, Sleman, Asad dan Aflah melihat rombongan di depan mereka menepi di sisi kiri jalan.

Asad lantas berusaha menyalip rombongan Pasoepati dari sisi kanan. Mereka tak menyadari jika di ruas jalan sebaliknya atau jalan raya Solo-Jogja, terdapat puluhan orang berombongan mengendarai sepeda motor melintas.

Sebuah batu beton berukuran besar dilempar dari rombongan tak dikenal tersebut hingga mengenai dada Asad. “Kakak saya sempat membelokkan sepeda motor ke kiri [tepi jalan]. Pada bagian bibirnya berdarah. Kondisinya masih sadarkan diri,” kata Aflah saat ditemui di rumahnya, Minggu (20/1/2019).

Melihat peristiwa tersebut, rombongan suporter Pasoepati lantas mendatangi Asad dan Aflah. Mereka https://bola.solopos.com/read/20190120/499/966424/batu-melayang-dari-jalur-berlawanan-korban-ditolong-pasoepati" target="_blank" rel="noopener">memboncengkan Asad menuju Rumah Sakit Islam (RSI) Kalasan yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian guna mendapatkan perawatan. Asad kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIB setelah mengalami perdarahan pada ulu hati.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten