Kelola Sampah Organik dengan Maggot, Omah Limbah Gempol Klaten Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

Omah Limbah Gempol mengelola sampah organik agar berdaya guna sebagai pakan utama maggot alias belatung dari lalat BSF.

 Kades Gempol, Karanganom, Klaten, Edy Suryanta (kanan) dan Ketua Omah Limbah Gempol, Edy Nugroho mengecek maggot di Omah Limbah Gempol, Jumat (17/9/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Kades Gempol, Karanganom, Klaten, Edy Suryanta (kanan) dan Ketua Omah Limbah Gempol, Edy Nugroho mengecek maggot di Omah Limbah Gempol, Jumat (17/9/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Omah Limbah Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Klaten, mewakili Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam Lomba Peduli Lingkungan Tingkat Nasional Tahun 2021.

Omah Limbah Gempol mengelola sampah organik agar berdaya guna sebagai pakan utama maggot alias belatung dari lalat jenis black soldier fly (BSF) yang dianggap memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ketua Omah Limbah Gempol, Edy Nugroho, mengatakan Omah Limbah Gempol berkomitmen mengelola sampah organik yang dihasilkan warga di desa setempat. Sampah organik sangat cocok menjadi pakan utama maggot yang menjadi pakan hewan ternak, seperti ayam, itik, lele, dan lainnya.

Baca juga: Aneh! Air Saluran Irigasi di Wonosari Klaten Mendadak Berwarna Merah

“Kami baru saja mengikuti Lomba Peduli Lingkungan Tingkat Nasional Tahun 2021. Dari 2.158 peserta, kami sudah lolos ke 250 besar. Hari ini, mulai dilakukan penilaian lagi untuk diambil 25 besar secara nasional. Di Jateng, ada enam wakil. Kalau di Klaten, kami satu-satunya yang lolos di lomba tingkat nasional itu,” katanya, saat ditemui Solopos.com di Kantor Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Jumat (17/9/2021).

Edy Nugroho mengatakan jumlah penduduk di Gempol 2.186 jiwa. Para penduduk tersebar di 11 dukuh atau 18 RT/9 RW. Sementara itu, produksi sampah organik di Gempol mencapai 150 kg selama kurun waktu 3-4 hari.

“Produksi maggot kami dalam sehari minimal 50 kg. Untuk kebutuhan pakan maggot, kami butuh hingga 1 ton dalam 3-4 hari. Sementara, produksi sampah organik kami baru 150 kg itu [3-4 hari]. Guna mengatasi kekurangan sampah organik, kami kerja sama dengan beberapa perusahaan, warung makan, dan pemdes lain di Karanganom,” katanya.

Baca juga: Dapat Rp3,2 Miliar Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Jogja, Warga Klaten ini Langsung Borong Rumah Indekos

Edy mengatakan pendirian Omah Limbah Gempol sebenarnya baru dirancang Januari 2021 dan mulai memproduksi maggot sejak Maret 2021. Gagasan mendirikan Omah Limbah Gempol bermula dari persoalan penanganan sampah yang tak kunjung selesai di Desa Gempol.

Kawula Muda Berkomitmen Kuat

Sampah, lanjut dia, dianggap sebagai sumber masalah karena menimbulkan bau tak sedap dan dapat mengganggu kesehatan. Di sisi lain, kawula muda di Desa Gempol memiliki komitmen yang kuat dalam mengelola sampah, baik organik dan nonorganik.

“Jadi yang dikelola Omah Limbah Gempol, sampah organik dan nonorganik. Persoalan sampah organik bisa dibilang hampir selesai. Terkait sampah nonorganik, kami masih bekerja sama dengan pengepul. Impian ke depan, kami dapat mengembangkan menjadi tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R),” katanya.

Baca juga: Jalan Cor Beton di Tanjung Klaten Mbledos, Camat Juwiring: Betonisasi Sudah Sesuai Spesifikasi

Kepala Desa (Kades) Gempol, Kecamatan Karanganom, Edy Suryanta, mengaku bangga dengan pencapaian prestasi Omah Limbah Gempol. Terlebih, prestasi tersebut dapat dicapai dalam kurun waktu relatif singkat.

“Omah Limbah Gempol ini bisa enam besar di Jateng dan tembus ke tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan tersendiri. Semoga, ini dapat menginspirasi yang lain, terutama dalam mengelola sampah. Ke depan akan terus dikembangkan ke warga agar Omah Limbah Gempol ini bisa diterapkan di setiap rumah tangga,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Mahasiswa Internasional UMS Jalani Vaksinasi di Edutorium UMS

Sembilan mahasiswa asing yang sedang menimpa ilmu di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani vaksinasi yang dilakukan oleh Tim Vaksin UMS.

20 Rumah di Tanon Sragen Rusak Akibat Tersapu Angin Kencang

Sapuan angin kencang mengakibatkan 20 rumah di Desa Karangasem, Tanon, Sragen, rusak pada bagian atap, Kamis (21/10/2021) malam.

Sakit Menahun, Nenek-Nenek Asal Selogiri Wonogiri Gantung Diri

Diduga nenek asal Selogiri itu mengalami depresi karena sudah lama sakit asam urat sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Bupati Sragen: Dana Abadi Pesantren Jadi Kado Terindah di Hari Santri

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan pada Hari Santri 2021, para santri mendapat kado istimewa dari Presiden berupa Perpres No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang di dalamnya ada dana abadi pesantren.

Akun Pemkot Solo Kembali Diretas, Gibran: Tak Perlu Ganti Akun!

Meski sudah beberapa kali diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Gibran menegaskan tidak akan membuat akun instagram baru.

Round Up: Kunci Sukses Bos Wong Solo, Sukoharjo Izinkan Hiburan Musik

Puspo Wardoyo membeberkan kunci sukses menjadi pengusaha.

Boulevard 10, Hunian Terbaru Andalan Tirtamaya Residence

Tirtamaya Residences mengeluarkan tipe Boulevard 10 sebagai line up hunian terbaru yang siap ditempati.

Gerombolan Kera Liar Masuki Permukiman Warga Kebakkramat Karanganyar

Gerombolan kera liar memasuki rumah-rumah warga Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, untuk mendapatkan makanan.

Jorok! 25 Ton Sampah Dibuang Sembarangan di Sukoharjo Tiap Hari

Sebanyak 25 ton sampah ditengarai dibuang sembarangan setiap harinya di wilayah Sukoharjo. DLH setempat memetakan ada 10-an tempat buang sampah liar.

Kasus Covid-19 Klaster PTM Solo Tersebar di 8 Sekolah, Ini Perinciannya

Temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru yang menggelar PTM di Kota Solo tersebar di delapan sekolah SD dan SMP.

3 Fasyankes di Sukoharjo Ini Layani Vaksinasi Tanpa Syarat Domisili

Tiga fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo melayani vaksinasi warga tanpa memandang domilisi selama sepekan ke depan.

Warga Bantaran Mojolaban Sukoharjo Ternyata Banyak Yang Belum Vaksin

Warga bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Mojolaban, Sukoharjo, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 digelar Komunitas Omah Sambung dan Kodim Sukoharjo.

Solar Langka di Soloraya, Pertamina Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang belakangan ini banyak dikeluhkan langka di wilayah Soloraya.

Puluhan Sapi Ikut Promosi Festival Kuliner Solo, Ternyata Ini Alasannya

Panitia Festival Kuliner Internasional Solo melibatkan para peternak sapi tunggang dari Boyolali dan Karanganyar dalam promosi agenda tersebut, Kamis (21/10/2021).

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.