Pengguna jalan melintas di overpass jalan tol di Desa Kiringan, Boyolali Kota, Selasa (26/3/2019). Sebagian baut dan penyangga pagar pada overpass ini raib diduga dicuri. (Solopos-Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI -- PT Waskita Karya sudah memperbaiki pagar jalan tol (guard rail) di wilayah Boyolali yang https://soloraya.solopos.com/read/20190330/492/981842/20-komputer-untuk-unbk-di-smpn-2-selo-boyolali-dicuri" title="20 Komputer untuk UNBK di SMPN 2 Selo Boyolali Dicuri">dicuri kelengkapannya beberapa waktu lalu. Namun, pemasangan kelengkapan itu dihentikan sementara untuk memberikan kelancaran arus mudik Lebaran 2019.

Engineer Officer PT Waksita Karya, Iswahyudi, mengatakan pekerjaan itu dihentikan sejak Sabtu (25/5/2019). “Sampai saat ini memang sudah tidak ada pekerjaan besar di jalan tol. Hanya pemasangan kelengkapan pagar, itu pun sudah dihentikan sejak 25 Mei lalu. Nanti akan kami lanjutkan lagi setelah Lebaran,” ujarnya, Senin (27/5/2019).

Dia menjelaskan pemasangan kelengkapan antara lain berupa mur dan baut itu diutamakan untuk pagar di ruas jalan tol untuk memberikan perlindungan kepada pengguna jalan. Sedangkan kelengkapan pagar overpass akan dilakukan berikutnya.

Dai mengatakan pemasangan kelengkapan ini baru dilakukan menjelang musim mudik karena pengadaannya juga baru selesai beberapa waktu lalu. Sebagai informasi, kelengkapan pagar jalan tol dan overpass di jalan bebas hambatan tersebut https://soloraya.solopos.com/read/20190401/492/982251/2-kasus-pencurian-boyolali-salah-satunya-menyamar-sebagai-jemaah-masjid" title="2 Kasus Pencurian Boyolali, Salah Satunya Menyamar Sebagai Jemaah Masjid">dicuri orang tak dikenal.

Pencurian diperkirakan berlangsung secara bertahap dan baru diketahui Maret lalu. PT Waskita Karya selaku kontraktor penggarap jalan tol trans Jawa langsung melakukan inventarisasi sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Jumlah kelengkapan yang dicuri mencapai ratusan unit dengan nilai ratusan juta rupiah. “Yang dicuri itu paling banyak adalah baut guard rail, tiang penyangga, dan b-post [penghubung guard rail dengan tiang penyangga]. Nilainya bisa ratusan juta rupiah,” ujar Iswahyudi seusai pelaporan ke Mapolres saat itu.

Dia menjelaskan https://soloraya.solopos.com/read/20190509/492/990859/2-maling-bermodus-pecah-kaca-mobil-tertangkap-setelah-7-kali-beraksi-di-boyolali" title="2 Maling Bermodus Pecah Kaca Mobil Tertangkap Setelah 7 Kali Beraksi di Boyolali">pencurian kelengkapan pagar overpass paling marak terjadi di STA 58-62 atau antara Desa Kiringan dan Desa Mudal, Kecamatan Boyolali. Sedangkan pencurian kelengkapan pagar jalan tol paling banyak terjadi di jalur Solo-Semarang.

Di main road jalan tol ada enam lokasi di area 59-62 atau di lokasi yang hampir sama, kebanyakan di posisi Solo-Semarang.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten