Tutup Iklan
Komisioner KPU Sragen menandatangani dokumen hasil rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten di Gedung IPHI Kecamatan Sragen, Minggu (5/5/2019). (Solopos/Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Rapat pleno https://soloraya.solopos.com/read/20190425/491/987922/kisah-petugas-pengawas-tps-sragen-yang-keguguran-saat-bertugas-" title="Kisah Petugas Pengawas TPS Sragen Yang Keguguran Saat Bertugas">rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten yang berlangsung selama tiga hari yakni Jumat-Minggu (3-5/5/2019) benar-benar menguras tenaga dan pikiran pada komisioner KPU, Bawaslu, dan para saksi dari partai politik.

Seperti diketahui rapat pleno pada hari pertama berlangsung hingga Sabtu (4/5/2019) dini hari pukul 01.15 WIB. Sementara rapat pleno hari kedua yang dimulai pukul 09.00 WIB berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Rapat pleno hari ketiga berlangsung hingga petang atau menjelang Magrib.

“Kebetulan kami sudah berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiagakan petugas medis di lokasi. Ternyata ada Komisioner KPU yakni Mas Prihantoro yang sempat ngedrop. Tensi darahnya naik sehingga oleh petugas medis disarankan untuk beristirahat," ujar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, saat ditemui wartawan di lokasi, Minggu.

Oleh Ketua KPU, Prihantoro kemudian dipersilakan istirahat sehingga tidak ikut bergadang saat rapat pleno Sabtu malam. "Itu karena faktor kelelahan saja. Setelah beristirahat semalaman, hari ini [kemarin] sudah sehat lagi,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU https://soloraya.solopos.com/read/20190425/491/987889/ini-45-caleg-yang-masuk-ke-dprd-sragen" title="Ini 45 Caleg yang Masuk ke DPRD Sragen">Sragen, Prihantoro, membenarkan kondisi fisiknya sempat turun pada Sabtu kemarin. Dia mengakui tenaganya banyak terkuras untuk mengikuti rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten.

“Tensi darah saya naik turun setelah diperiksa dokter. Dokter meminta saya beristirahat semalaman. Alhamdulillah setelah beristirahat, tenaga saya sudah pulih lagi,” ucapnya.

Di sisi lain, Polres Sragen menyiagakan 118 personel untuk mengamankan jalannya rapat pleno yang berlangsung selama tiga hari. Mereka terbagi dalam tiga sif kerja.

Polisi memeriksa satu per satu tamu yang masuk ke Gedung IPHI Kecamatan https://soloraya.solopos.com/read/20190425/491/987789/bawaslu-sragen-minta-pleno-rekapitulasi-suara-tingkat-kpu-kabupaten-diundur" title="Bawaslu Sragen Minta Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat KPU Kabupaten Diundur">Sragen dengan metal detector. Polisi juga memeriksa barang bawaan seperti tas dari tamu undangan atau warga Sragen yang ingin memantau jalannya rapat pleno.

Setelah rapat pleno selesai, sejumlah personel juga ditugaskan mengawal pengiriman berkas atau dokumen hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten dari Sragen menuju kantor KPU Provinsi Jawa Tengah.

“Sampai saat ini, kami juga masih terus menjaga gudang tempat penyimpanan surat suara. Kami akan tetap menjaga semua gudang sampai semua tahapan pemilu selesai,” papar Kapolres.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten