Kelelahan & Kurang Pelindung, 3.000 Tenaga Medis China Terinfeksi Corona
Ilustrasi hasil tes darah orang positif terinfeksi virus corona. (Reuters/Dado Ruvic)

Solopos.com, BEIJING — Menjadi tenaga kesehatan belum tentu bisa terhindar dari virus corona (COVID-19). Buktinya, ada lebih dari 3.000 tenaga kesehatan di China terjangkit virus corona dalam dua bulan terakhir.

Hal itu dikonfirmasi Komisaris Kesehatan Nasional China. Dilaporkan Detik.com, Selasa (25/2/2020), tenaga medis yang terinfeksi virus corona diduga karena kurangnya alat pelindung dan kelelahan karena pasien yang membeludak.

Pejabat Kesehatan China, Liang Wannian, bersama Kepala Delegasi World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia atau untuk China, Bruce Aylward, mengungkapkan tenaga medis yang terinfeksi virus corona sebagian besar berada di Provinsi Hubei, lokasi yang disebut sebagai asal virus corona.

Layanan medis dilaporkan telah meregang ke titik puncaknya karena puluhan ribu pekerja medis telah berjuang untuk menahan penyebaran virus corona.

Pada 19 Februari 2020, Presiden China Xi Jinping menyerukan perlindungan yang lebih besar untuk tenaga medis setelah kematian dokter terkemuka yang memicu kemarahan masyarakat terhadap pemerintah.

Para tenaga medis juga dihadapkan dengan kekurangan masker dan pelindung tubuh. Bahkan, ada yang mengenakan jas darurat dan terus bekerja meski menunjukkan gejala sakit di saluran pernapasan.

Seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya, sebagian besar kasus COVID-19 semakin sulit terdekteksi karena tidak menunjukkan gejala.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi para tenaga medis yang sehari-harinya langsung terpapar virus corona serta bekerja di ruangan tertutup dalam waktu lama.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho