Kelebihan Muatan, Perahu Oleng dan Penumpang Tercebur ke Sungai
Anggota SAR DIY dan warga mengamati perahu yang oleng di Taman Glugut, Minggu (4/3/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara)

Perahu untuk mengangkut sampah justru digunakan untuk mengankut belasan anak

Solopos.com, BANTUL-Tak kuat menahan beban karena dinaiki belasan anak, perahu pengangkut sampah milik Desa Pleret, oleng di objek wisata Taman Glugut Desa Wonokromo I, Kecamatan Pleret. Akibatnya, penumpang kapal tercebur ke Sungai Opak dan satu anak yakni Linggar Sulhan Rosyid harus mendapatkan perawatan di RS Nur Hidayah.

Salah satu saksi mata, Abdul Mufid menuturkan kejadian bermula saat Jumadi, warga Desa Pleret melintas di Sungai Opak yang berada di objek wisata Taman Glugut. Perahu terbuka yang seharusnya digunakan untuk mengangkut sampah sungai tersebut, malah digunakan untuk mengangkut belasan anak.

Keranjang yang biasa digunakan untuk tempat sampah, dilepas agar dapat dinaiki banyak orang. Seluruhnya naik di kapal berukuran sekitar 1,5x1,5 meter tersebut dengan berdiri berdesak-desakan satu sama lain. Karena tak kuat menahan beban, kapal pun akhirnya oleng.

Satu anak yakni Linggar Sulhan Rosyid terjatuh lalu terseret ke arah mesin kapal. Kaus yang dipakainya pun tersangkut baling-baling mesin kapal motor tersebut. "Punggungnya lecet-lecet. Mesin terus mati tapi kaosnya susah dilepas," ucapnya kepada Solopos.com, Minggu (4/3/2018).

Tak berhenti sampai di situ saja, anak-anak lain yang masih berada di atas kapal pun panik. Gerak laju kapal menjadi tak terkendali. Akhirnya beberapa anak lain terjatuh ke Sungai Opak yang dalamnya mencapai 3-5 meter. Suasana di objek wisata tersebut sempat kaos.

Warga setempat yang bisa berenang berusaha semampunya untuk menyelamatkan anak-anak tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan hanya satu anak yang membutuhkan perawatan medis. "Jadi perahu memang bukan milik Taman Glugut. Punya desa lain tapi jatuh di sini," ucapnya.

Hal senada disampaikan salah satu pengelola Taman Glugut, Fatahuddin. Ia menjelaskan, objek wisata ini dikelola sepenuhnya oleh warga tiga dusun di Desa Wonokromo I dan baru resmi dibuka pada awal Januari lalu. Memang ada wisata susur sungai yang ditawarkan oleh pengelola.

Namun, kapal yang oleng kali ini menurutnya memang bukan milik objek wisata Taman Glugut. Oleh sebab itu, setelah dilakukan evakuasi, kapal sampah tersebut ditahan sementara oleh pengelola Taman Glugut. "Sementara kami tahan. Kami khawatir salah paham ini berdampak pada objek wisata yang kami kelola," tuturnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom