Petani memanen garam di Desa Kedungmalang, Jepara, Jateng, Kamis (20/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Wapres meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan pimpinan Susi Pudjiastuti mengatasi kelangkaan garam.

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menginginkan pemenuhan garam konsumsi tetap dipasok dari dalam negeri kendati harga garam kini tengah melambung tinggi.

Sebelumnya, harga garam diklaim sudah mulai naik pada Maret ke posisi Rp150.000/karung atau Rp3.000/kg dari sebelumnya hanya Rp70.000/karung atau Rp1.400/kg. Harga makin menanjak sebulan terakhir menjadi Rp250.000/karung atau Rp5.000/kg.

Wapres mengharapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah komando Menteri Susi Pudjiastuti dapat terus melakukan peningkatan produksi garam untuk memenuhi garam konsumsi.

“Garam konsumsi kita harap dapat dipenuhi dari dalam negeri. Daerah pantai kita kan luas, Kementerian Kelautan-lah yang harus memberikan cara-cara untuk meningkatkan produksi garam itu,” katanya, di Kantor Wakil Presiden, Selasa (25/7/2017).

Sebelumnya, KKP menyatakan telah menerjunkan tim ke sentra-sentra produksi garam menyusul kelangkaan garam konsumsi di sejumlah daerah. Laporan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan perlunya dilakukan importasi atau tidak.

Berdasarkan informasi sementara dari tim, beberapa lokasi sudah mulai berproduksi, tetapi masih dalam tahap awal. Di Demak, Jawa Tengah misalnya, petambak mulai melakukan aktivitas pergaraman meskipun cuaca masih belum stabil. Sementara itu di Jawa Timur, cuaca secara umum masih hujan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten