KELANGKAAN ELPIJI SOLORAYA : Stok Oktober-November di Klaten Dikurangi 2,5 Persen
Bongkar muat elpiji di Klaten (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
bongkar muat elpiji di Klaten (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
bongkar muat elpiji di Klaten (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN -- Tabung elpiji 3 Kilogram (Kg) mulai sulit ditemukan di tingkat pangkalan maupun pengecer di wilayah Klaten.

Pasalnya, selama dua bulan, yakni Oktober-November stok elpiji 3 Kg di Klaten dikurangi sebanyak 2,5%.

Salah satu pemilik pangkalan Elpiji 3 Kg di Trucuk, Pardiyanto, mengatakan kelangkaan mulai dirasakan sejak sekitar dua pekan lalu. Biasanya, dia mendapatkan pasokan elpiji sebanyak 120 tabung/ hari.

Namun, sejak awal Oktober hingga sekarang pangkalannya mendapatkan pengurangan 10 tabung menjadi 110 tabung/ hari.

“Sekarang, begitu tabung elpiji tiba langsung habis diserbu masyarakat,” ungkapnya saat ditemui Solopos.com di Delanggu, Kamis (31/10/2013).

Berkurangnya stok elpiji di pangkalan ternyata disebabkan pengurangan 2,5% di tingkat agen. Salah satu karyawan dari agen elpiji 3 Kg, PT. Benny Putra, Delanggu, Subandriyo mengungkapkan biasanya agennya mendapatkan kiriman 3.520 tabung/ hari. Namun, sejak awal Oktober jatah tabung dikurangi 2,5% menjadi 3.180 tabung/ hari.

Total, selama Oktober ini agennya mendapatkan kiriman sekitar 85.000 tabung. Dalam kondisi normal, selama sebulan biasanya agennya mendapatkan kiriman sekitar 95.000 tabung.

Dia tidak mengetahui alasan pasti pengurangan jumlah kuota tersebut. Namun, selama ini dia mengaku pasokan Elpiji dari SPBE ke agen, pangkalan hingga ke pengecer berjalan normal. Untuk mengatasi hal itu, agennya juga mengambil kebijakan untuk mengurangi jatah elpiji di tingkat pangkalan.

Menurutnya, kelangkaan elpiji itu disebabkan kebutuhan masyarakat yang meningkat. Selain itu, banyak truk dari agen yang antre di SPBU, sehingga membuat pasokan Elpiji sedikit kesiangan.

“Apalagi, bulan-bulan seperti sekarang banyak yang menggelar hajatan,” paparnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan harga jual elpiji 3 Kg di tingkat agen mencapai Rp12.750/ tabung, di tingkat pangkalan Rp14.000/ tabung, pengecer Rp15.000/ tabung.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Setda Klaten, Pri Harsanto, mengatakan secara umum tidak ada pengurangan alokasi elpiji 3 Kg dari PT. Pertamina.
“Hanya 2,5 persen alokasi (Elpiji 3 Kg) Oktober-November, ditabung untuk dimasukan pada alokasi Desember nanti. Sehingga, pada Desember bisa mendapatkan tambahan 5%,” paparnya kepada wartawan di Klaten, Kamis.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi perayaaan Natal dan tahun baru. Selain itu, kebijakan itu juga menjadi pijakan agar penentuan alokasi Elpiji 3 Kg tahun depan bisa lebih besar.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom